Legislator tekankan pendidikan imtak, akhlak mulia, kecerdasan untuk wujudkan Pancasila

Anggota DPR/MPR RI, Dr. Almuzammil Yusuf, dalam kuliah umum bertema ‘Membangun Ketahanan Ideologi Generasi Muda Demi Kemajuan Bangsa’ yang diselenggarakan oleh Institut SEBI bekerja sama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (21/7/2025). (Indonesia Window)
Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia untuk mencerdaskan bangsa seharusnya ada dalam tiga jenis pendidikan di Indonesia.
Depok, Jawa Barat (Indonesia Window) – Sistem pendidikan yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan (imtak) dan akhlak mulia, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi jalan untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima, ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.’Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPR/MPR RI, Dr. Almuzammil Yusuf, dalam kuliah umum bertema ‘Membangun Ketahanan Ideologi Generasi Muda Demi Kemajuan Bangsa’ yang diselenggarakan oleh Institut SEBI bekerja sama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, di Kota Depok, Jawa Barat, Senin.Sistem pendidikan nasional tersebut, lanjutnya, telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 3, yang berbunyi, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”“Ini (pasal) adalah salah satu desakan reformasi 1998 yang dapat diterapkan dalam sistem kaderisasi generasi muda Indonesia di mana pun mereka berada,” ucap politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) tersebut.Dia menguraikan, keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia untuk mencerdaskan bangsa seharusnya ada dalam tiga jenis pendidikan di Indonesia, yakni “pendidikan formal seperti di bangku sekolah dan kuliah, pendidikan nonformal, misalnya kuliah umum dan pelatihan yang bersertifikat, serta pendidikan informal di lingkungan rumah dan sekitarnya.”Menurut dia, jika posisi-posisi kepemimpinan bangsa diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, dan cerdas, maka “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat tercapai. Dan inilah buah dari sila pertama hingga keempat.”Dalam uraiannya, Presiden PKS periode 2025-2030 itu mengaitkan antara Islam dan Pancasila, sembari mengungkapkan dalam sebuah sidang Mahkamah Konstitusi (MK) disebutkan bahwa “konstitusi kita mengakar pada nilai-nilai ketuhanan, atau ‘Godly Constitution’, yang lahir dari Pancasila.”“Jika saat ini kita belum melihat ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’, maka kita harus kembali ke sila ke-4, ke-3, ke-2 dan pertama,” ujar Almuzammil, seraya menjabarkan, manusia yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa seharusnya menjadi manusia yang adil dan beradab, yang akan melahirkan ‘Persatuan Indonesia’, dari kepemimpinan masyarakat yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dengan dasar takut akan Tuhannya.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Pelabuhan Patimban mulai ekspor-impor Desember
Indonesia
•
17 Nov 2020

Kereta cepat Whoosh angkut 2,6 juta penumpang pada H1 2024
Indonesia
•
08 Jul 2024

Feature – Rimbunnya hutan bakau di PLTU Jawa 7, hasil kerja sama konservasi Indonesia-China
Indonesia
•
07 Jun 2024

Gubernur Banten: KH. Mas Abdurrahman layak jadi pahlawan nasional
Indonesia
•
16 Mar 2021
Berita Terbaru

Fokus Berita – Lembaga konservasi minta dilibatkan dalam pembuatan peraturan oleh pemerintah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature - Napas budaya Mahasiswa Indonesia di Singapura
Indonesia
•
27 Jan 2026

Kajian ilmiah – Dr. Syafiq Riza Basalamah bedah urgensi akhlak dan kekuatan doa di CONNECT 2026
Indonesia
•
26 Jan 2026

Tantangan zaman makin kompleks, CONNECT 2026 hadirkan 'event' dakwah perspektif global
Indonesia
•
24 Jan 2026
