Kemajuan China dalam bidang kedokteran luar angkasa perkuat misi eksplorasi antariksa masa depan

Foto hasil tangkapan layar yang diambil di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 3 Juli 2024 ini menunjukkan taikonaut Shenzhou-18 Li Cong sedang melakukan aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity). (Xinhua/Guo Zhongzheng)
Kedokteran luar angkasa memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, memberikan dukungan teoretis dan platform teknis untuk penelitian sistem kardiovaskular dan muskuloskeletal, penuaan manusia, serta perlindungan dan pemantauan obat.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Stasiun luar angkasa China telah memperoleh hasil awal di bidang kedokteran luar angkasa (space medicine) yang akan berkontribusi pada pendaratan berawak di Bulan dan misi eksplorasi antariksa dalam (deep space) lainnya di masa depan, demikian menurut Second Frontier Forum of Space Medicine yang dibuka pada Sabtu (21/9) di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur.Dalam forum yang berlangsung dua hari itu, para pakar dan cendekiawan akan bertukar teori-teori mutakhir dan berbagi tren perkembangan kedokteran luar angkasa, serta mendiskusikan berbagai topik utama, seperti jaminan kelangsungan hidup ekstraterestrial bagi astronaut yang sedang menjalankan misi eksplorasi antariksa dalam."Dukungan teknis space medicine merupakan bagian tak terpisahkan dari tahap aplikasi dan pengembangan stasiun luar angkasa China, maupun dari pelaksanaan misi pendaratan berawak di Bulan, di mana stasiun luar angkasa dan misi pendaratan di Bulan tersebut telah mengantarkan peluang baru bagi pengembangan space medicine," ujar Yang Liwei, wakil kepala perancang program antariksa berawak China sekaligus taikonaut pertama China, dalam upacara pembukaan Second Frontier Forum of Space Medicine.Kedokteran luar angkasa memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Bidang ini memberikan dukungan teoretis dan platform teknis untuk penelitian sistem kardiovaskular dan muskuloskeletal, penuaan manusia, serta perlindungan dan pemantauan obat."Kami akan terus meningkatkan kemampuan perlindungan di orbit dan membangun cadangan teknis bagi misi eksplorasi berawak di antariksa dalam," kata Li Yinghui, seorang peneliti di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut China.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Roket pengangkut satelit Queqiao-2 milik China tiba di lokasi peluncuran
Indonesia
•
25 Feb 2024

China tingkatkan tata kelola dunia maya yang berbasis hukum
Indonesia
•
19 Jun 2024

Mesir temukan pemakaman berusia 3.400 tahun di Minya
Indonesia
•
18 Oct 2023

Peneliti China kembangkan teknologi penambangan tanah jarang ramah lingkungan dan efisien
Indonesia
•
09 Nov 2022
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
