
China tegaskan respons COVID-19-nya berbasis ilmu pengetahuan dan efektif

Sejumlah penumpang melewati prosedur masuk di Bandar Udara Internasional Pudong Shanghai di Shanghai, China timur, pada 8 Januari 2023. Mulai Ahad (8/1/2023), China mulai menangani COVID-19 dengan langkah-langkah yang dirancang untuk memerangi penyakit menular Kelas B, bukan penyakit menular Kelas A. (Xinhua/Ding Ting)
Kebijakan nol-COVID China yang dinamis membuat negara ini mampu menghindari malapetaka varian Delta yang lebih mematikan dan varian-varian lainnya, mengurangi tingkat kasus parah dan kematian, serta melindungi nyawa dan kesehatan masyarakat semaksimal mungkin.
Beijing, China (Xinhua) – Kebijakan respons COVID-19 China berbasis ilmu pengetahuan, efektif, dan konsisten dengan realitas nasional China, dan dapat bertahan dalam menghadapi ujian sejarah, kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin pada Selasa (10/1).Menanggapi pertanyaan terkait, Juru Bicara Wang Wenbin mengatakan dalam konferensi pers harian bahwa justru karena kebijakan nol-COVID yang dinamis, China dapat menghindari malapetaka varian Delta yang lebih mematikan dan varian-varian lainnya, mengurangi tingkat kasus parah dan kematian, serta melindungi nyawa dan kesehatan masyarakat semaksimal mungkin.Dia menyatakan bahwa kebijakan nol-COVID yang dinamis inilah yang memberikan waktu berharga kepada China untuk memvaksinasi lebih banyak orang dan menjadi perekonomian utama pertama di dunia yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif pada 2020 lalu.Tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan rata-rata China selama tiga tahun terakhir tercatat sekitar 4,5 persen, lebih tinggi dari rata-rata global dan berkontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi global, ujar Wang.Di tengah perjuangan global melawan COVID, China berperan sebagai penyedia pasokan yang penting, menawarkan dukungan yang kuat bagi respons pandemik negara-negara lain dan memainkan peran yang tak tergantikan dalam menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan global, imbuh Wang."Dipandu oleh filosofi yang mengutamakan masyarakat dan kehidupan, kami terus menyempurnakan respons COVID-19 kami berdasarkan ilmu pengetahuan agar lebih tepat sasaran. Segala manipulasi politik terhadap hal ini adalah tindakan yang sia-sia, mengingat apa yang telah dicapai oleh respons COVID China," tutur Wang.Sang juru bicara menyatakan bahwa saat ini, situasi COVID China kian membaik dan beberapa provinsi dan kota telah melewati puncak infeksi mereka, dan kehidupan serta pekerjaan kembali berjalan normal pada laju yang dipercepat."Dengan meningkatnya permintaan dan kebijakan baru yang mulai berlaku, China akan melepaskan lebih banyak vitalitas dan peluang ekonomi bagi dunia, dan negara tersebut akan berada pada posisi yang lebih baik untuk menstabilkan dan menggenjot perekonomian global," kata Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Perairan di Pulau Sentosa Singapura ditutup untuk pembersihan tumpahan minyak
Indonesia
•
17 Jun 2024

Penjualan senjata AS ke luar negeri naik signifikan pada tahun fiskal 2022
Indonesia
•
28 Jan 2023

Presiden Senegal umumkan berakhirnya semua kehadiran militer asing pada 2025
Indonesia
•
04 Jan 2025

Saudi tangguhkan itikaf di Masjidil Haram
Indonesia
•
21 Apr 2020


Berita Terbaru

Laporan NYT sebut Iran sebar ranjau di Selat Hormuz, Teheran bantah
Indonesia
•
13 Mar 2026

Kanada akan bangun angkatan bersenjata di Arktik
Indonesia
•
13 Mar 2026

Lebanon sebut korban tewas akibat serangan Israel capai 773 jiwa sejak 2 Maret, termasuk 103 anak-anak
Indonesia
•
14 Mar 2026

Korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon naik jadi 634 jiwa, pengungsi capai 816.000 orang
Indonesia
•
12 Mar 2026
