Kasus sifilis melonjak di AS, capai tingkat yang belum pernah terjadi selama 70 tahun

Orang-orang melintasi sebuah jalan saat hujan di San Francisco, Amerika Serikat, pada 13 Januari 2024. (Xinhua/Li Jianguo)
Kasus sifilis di AS meningkat dengan jumlah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama 70 tahun.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Kasus sifilis, yang sudah hampir diberantas, kini melonjak di Amerika Serikat (AS), dan jumlahnya mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama 70 tahun, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) baru-baru ini.Lebih dari 200.000 kasus tercatat pada tahun 2022, menurut angka terbaru, naik 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan bahkan kematian.Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.Penyakit ini menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan luka sifilis, yang dikenal sebagai chancre, yang biasanya terjadi di sekitar organ seksual, anus, bibir atau mulut, menurut CDC. Penyakit ini juga dapat ditularkan dari wanita hamil ke bayinya yang belum lahir, yang dikenal sebagai sifilis kongenital.Empat tahap berbedaSalah satu masalah sifilis adalah penyakit ini terlihat seperti penyakit lainnya sehingga sulit untuk didiagnosis. Sifilis memiliki empat tahap yang berbeda dan semakin dini didiagnosis, semakin baik.Tahap primer, menurut CDC, adalah luka di titik masuk ke dalam tubuh, yang biasanya berbentuk bulat dan tidak menimbulkan rasa sakit serta terjadi rata-rata 21 hari setelah infeksi terjadi. Luka tersebut kemungkinan besar akan hilang, namun jika tanpa pengobatan, penyakit ini akan berkembang ke tahap sekunder.Tahap kedua biasanya berupa ruam tidak gatal di tangan dan kaki, yang mungkin disertai gejala seperti demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, penurunan berat badan, dan kelelahan. Sekali lagi, tanpa pengobatan penyakit ini dapat berkembang ke tahap ketiga – tahap laten – di mana infeksi tidak terdeteksi di dalam tubuh selama bertahun-tahun.Tahap empat, yang dikenal sebagai tahap tersier, dapat terjadi hingga 30 tahun setelah seseorang terinfeksi. Meskipun jarang, penyakit ini dapat menyerang jantung, otak, dan sistem saraf, menyebabkan kebutaan atau bahkan kematian.Cara paling umum untuk menguji sifilis adalah melalui tes darah sederhana, sementara beberapa penyedia layanan kesehatan mungkin juga mengambil cairan dari luka sifilis.Sifilis bisa diobati dengan antibiotic yang diberikan sebagai suntikan atau tablet. Meskipun antibiotik dapat mengobati infeksi, antibiotik tidak dapat memperbaiki kerusakan apa pun yang disebabkan oleh penyakit tersebut pada tubuh.Sifilis pada kehamilan bisa sangat berbahaya bagi janin karena penyakit ini dapat menular ke janin dan bayi dengan dampak yang mematikan. Pada tahun 2022, sifilis kongenital menyebabkan 231 bayi lahir mati dan 51 kematian bayi di AS, menurut data CDC.Angka sifilis di AS telah meningkat selama bertahun-tahun di tengah pemotongan dana untuk lembaga kesehatan masyarakat setempat. Peningkatan penularan juga terjadi seiring dengan meningkatnya penggunaan narkoba dan hubungan seksual tanpa kondom. Peningkatan ini diperburuk oleh kekurangan penisilin.Sumber: BloombergLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Kasus sifilis pada bayi baru lahir di AS melonjak 10 kali lipat dalam satu dekade terakhir
Indonesia
•
08 Nov 2023

FAO: Sekitar 282 juta orang alami kerawanan pangan akut pada 2023
Indonesia
•
29 Apr 2024

Fokus Berita – Badan-badan kemanusiaan PBB percepat penyaluran bantuan untuk warga Gaza dan evaluasi kerusakan
Indonesia
•
23 Jan 2025

Qatar Charity selesaikan pembangunan rumah sakit gratis di Bogor
Indonesia
•
28 Feb 2020
Berita Terbaru

Feature – Kisah dua mahasiswa Indonesia jajal kereta cepat, nikmati liburan Festival Musim Semi di China
Indonesia
•
07 Feb 2026

Kegiatan budaya Imlek China digelar perdana di Kantor Pusat ASEAN
Indonesia
•
07 Feb 2026

Feature – Lansia di China nikmati masa pensiun dengan jadi ‘content creator’
Indonesia
•
05 Feb 2026

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026
