
Kapal penelitian China rampungkan misi penelitian laut dalam di perairan dekat Oseania

Kapal penelitian ilmiah Tansuo-1, yang mengangkut kapal selam berawak laut dalam 'Fendouzhe' (Pekerja Keras), tiba di Sanya, Provinsi Hainan, China selatan, pada 11 Maret 2023. (Xinhua/Zhao Yingquan)
Kapal penelitian ilmiah China, Tansuo-1, pada Sabtu (11/3) kembali ke Kota Sanya di Provinsi Hainan, China selatan, usai merampungkan misi penelitian ilmiah penyelaman berawak internasional pertamanya di perairan sekitar Oseania.
Sanya, China (Xinhua) – Kapal penelitian ilmiah China, Tansuo-1, pada Sabtu (11/3) kembali ke Kota Sanya di Provinsi Hainan, China selatan, usai merampungkan misi penelitian ilmiah penyelaman berawak internasional pertamanya di perairan sekitar Oseania.Kapal tersebut, yang mengangkut kapal selam berawak laut dalam ‘Fendouzhe’ (Pekerja Keras), memulai misinya pada Oktober 2022. Kapal itu melakukan perjalanan selama 157 hari dan berlayar sejauh lebih dari 22.000 mil laut di sekitar Oseania, menurut Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknik Laut Dalam dari Akademi Ilmu Pengetahuan China.Sebanyak 10 organisasi dari China dan luar negeri berpartisipasi dalam pelayaran tersebut. Selama ekspedisi itu, ‘Fendouzhe’ berhasil merampungkan 63 kali penyelaman, dengan empat di antaranya melampaui kedalaman 10.000 meter.Tim ekspedisi tersebut melakukan survei penyelaman berawak laut dalam internasional, berskala besar, dan sistematis yang pertama di area Palung Kermadec di Samudra Pasifik sebelah barat daya.Tim itu juga mencapai dasar dua abis (abyss), salah satunya Palung Diamantina di Samudra Hindia bagian tenggara, untuk mengumpulkan sampel makroorganisme abisal, batuan, konkresi, sedimen, dan air.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Roket komersial China luncurkan 4 satelit dari laut
Indonesia
•
07 Sep 2023

Proyek kompleks pencakar langit mulai proses ‘capping’ di New Alamein, Mesir
Indonesia
•
23 Dec 2023

Perusahaan swasta Rusia membuat kluster orbital untuk 510 satelit
Indonesia
•
21 Oct 2020

Xiaomi luncurkan ‘smartphone’ hingga tablet baru di pasar Indonesia
Indonesia
•
05 Mar 2026


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
