
Peralatan yang dikembangkan China lakukan survei seismik laut pertama di Indonesia

Kapal pengebor buatan dalam negeri pertama China telah secara resmi diberi nama "Mengxiang" (Impian). Kapal tersebut memulai uji coba pelayaran di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan, pada 18 Desember 2023. (Xinhua/Huang Guobao)
Kapal eksplorasi laut dalam berukuran besar bernomor ‘HYSY720’ milik China Oilfield Services Ltd. berangkat ke wilayah maritim Indonesia pada 24 Desember 2023 dengan membawa sistem ‘Haijing’ untuk melakukan eksplorasi.
Tianjin, China (Xinhua) – China Oilfield Services Ltd. baru-baru ini merilis berita bahwa sistem "Haijing" China untuk pertama kalinya dikerahkan ke luar negari, yaitu ke wilayah maritim Indonesia untuk melakukan layanan eksplorasi seismik laut.Sistem "Haijing" adalah seperangkat peralatan seismik marine towed-steamer dengan presisi tinggi yang pertama kali dikembangkan oleh China. Kapal eksplorasi laut dalam berukuran besar bernomor "HYSY720" milik COSL berangkat ke wilayah maritim Indonesia pada 24 Desember lalu dengan membawa sistem "Haijing" untuk melakukan eksplorasi.Ini juga merupakan pertama kalinya sistem "Haijing" menyediakan layanan eksplorasi internasional, yang merupakan langkah pertama bagi peralatan eksplorasi seismik laut yang dikembangkan sendiri oleh China untuk menembus pasar internasional.Sistem "Haijing" diintegrasikan oleh berbagai peralatan, seperti kontrol sumber, akuisisi towline, dan navigasi komprehensif, yang menerobos batas kedalaman operasi 22 meter dari sistem yang diimpor. Sistem ini merealisasikan cakupan penuh dari saluran kecil berjarak 3,125 meter hingga saluran reguler selebar 12,5 meter, serta memiliki kemampuan untuk mengakuisisi sinyal pada frekuensi ultrarendah 2 Hz, yang sangat meningkatkan resolusi data seismik.Sejak dioperasikan pada September 2022, sistem "Haijing" di kapal "HYSY720" berhasil menyelesaikan survei seismik 3D di lima zona kerja, dengan total luas 6.552 kilometer persegi, di wilayah laut China. Sebelum berangkat ke Indonesia untuk melakukan layanan teknis eksplorasi seismik, sistem "Haijing" baru saja menyelesaikan operasi eksplorasi ultradalam 3.000 meter di Cekungan Mulut Sungai Mutiara di Provinsi Guangdong.Dalam beberapa tahun terakhir, di bawah kepemimpinan "Jalur Sutra Maritim Abad ke-21" dan kerangka kerja sama China-ASEAN, kerja sama energi antara China dan ASEAN telah berkembang pesat. Sebagai bagian penting dari energi tradisional, minyak dan gas memainkan peranan penting dalam kerja sama energi antara kedua belah pihak.Dikerahkan di wilayah operasi proyek Indonesia seluas sekitar 1.600 kilometer persegi, "HYSY720" yang dilengkapi dengan sistem "Haijing" akan digunakan dalam mode konstruksi sumber ganda 10-kabel 8.100 meter di area kerja permukaan laut untuk menyebarkan "jaringan akuisisi data" yang sangat besar yang akan digunakan untuk mengeksplorasi secara akurat lokasi reservoir minyak dan gas, sehingga secara signifikan meningkatkan kualitas pencitraan struktur geologi bawah laut, dan membuat pencitraan substrat menjadi lebih jelas dan berkelanjutan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sosok – Patrialis Akbar: Pengacara adalah profesi mulia
Indonesia
•
17 Jul 2024

Jokowi, Anwar Ibrahim bahas isu perbatasan, kolaborasi lawan diskriminasi sawit
Indonesia
•
10 Jun 2023

Indonesia yakinkan Jepang tentang kebijakan pajak terbuka dan transparan
Indonesia
•
20 Jan 2021

Ulama asal Zimbabwe Mufti Menk akui makin cinta Indonesia, harapkan terbaik untuk bangsa dan generasi
Indonesia
•
13 Jan 2025


Berita Terbaru

Indonesia targetkan produksi sedan listrik massal 2028
Indonesia
•
10 Apr 2026

Presiden lantik Andi Rahadian sebagai Dubes RI untuk Oman dan Yaman
Indonesia
•
10 Apr 2026

Ketidakpastian geopolitik global tekan industri, pemerintah yakinkan kesempatan kerja di Tanah Air tetap terbuka
Indonesia
•
08 Apr 2026

Tank Israel dan bahan peledak Hizbullah diduga tewaskan 3 penjaga perdamaian RI di Lebanon
Indonesia
•
08 Apr 2026
