
Kabel bawah laut 50 km Batam-Singapura resmi beroperasi, kecepatan tembus 1,6 petabita per detik

Ilustrasi. (Praveen kumar Mathivanan on Unsplash)
Jakarta/Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Kabel bawah laut baru sepanjang 50 km yang menghubungkan Singapura dengan Pulau Batam telah mendarat di Batam pada Senin (20/7), sebuah langkah yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.
Dalam peresmian pendaratan Kabel Nongsa-Changi (Nongsa-Changi Cable/NCC) itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto yang hadir menyampaikan transformasi digital Indonesia perlu didukung oleh infrastruktur nyata dan konektivitas yang semakin kuat.
"Koridor digital ini akan memperkuat rantai nilai ekonomi digital Indonesia dan Singapura sekaligus menciptakan ruang bagi lahirnya inovasi dan aktivitas ekonomi berbasis teknologi," katanya.
Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Gan Kim Yong mengatakan bahwa Kabel NCC akan menyediakan kapasitas tambahan lebih dari 1,6 petabita per detik dan memungkinkan latensi di bawah dua milidetik antara Batam dan Singapura, menurut pernyataan kementerian tersebut.
Proyek itu akan mendukung perluasan pusat-pusat data dan berbagai layanan digital di Batam, sekaligus membantu bisnis beroperasi secara lebih efisien melintasi perbatasan, ujar Gan.
"Hal ini, pada gilirannya, akan membuka lebih banyak peluang bagi Singapura dan Indonesia, begitu juga ASEAN, terutama dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital (Digital Economy Framework Agreement/DEFA) ASEAN pada akhir tahun ini," tuturnya.
Kabel tersebut merupakan bagian dari upaya lebih luas yang dilakukan oleh kedua negara untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan mengembangkan pulau-pulau di Indonesia, yaitu Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), menjadi pusat digital kawasan.
Gan menyebutkan bahwa kedekatan wilayah BBK dengan Singapura memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk memanfaatkan kekuatan kedua negara, sehingga menciptakan berbagai peluang bagi kerja sama lintas perbatasan, pengembangan keterampilan, dan investasi.
"Singapura memberikan konektivitas global, lingkungan bisnis yang terpercaya, serta jaringan ke berbagai perusahaan dan pelanggan di seluruh dunia. Sementara itu, Indonesia memberikan skala, talenta, lahan untuk pertumbuhan di masa depan, serta potensi yang signifikan dalam energi terbarukan," tambahnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia berkomitmen tambah 1.000 personel penjaga perdamaian
Indonesia
•
08 Dec 2021

Dubes Ubaedillah: Negara hadir, lindungi pekerja Indonesia di Brunei
Indonesia
•
20 Nov 2023

Program MBG di Papua dapat dukungan China dan UNICEF
Indonesia
•
05 Feb 2026

Feature - Menuju Generasi Emas, Al-Wafi adakan pertemuan dengan wali santri
Indonesia
•
19 Sep 2023


Berita Terbaru

‘Sharp Knife 2026’ libatkan sistem nirawak dalam latihan militer gabungan kontraterorisme China–Indonesia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kemnaker ajak serikat pekerja kawal implementasi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
•
26 Oct 2026

Menaker paparkan penguatan regulasi pelindungan pekerja di Forum Asia Pasifik
Indonesia
•
26 Oct 2026

Kemnaker buka pelatihan vokasi bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK
Indonesia
•
22 Oct 2026
