
Atasi krisis tenaga kerja, 65 persen perusahaan Jepang rekrut pekerja asing

Foto yang diabadikan pada 15 November 2023 ini menunjukkan orang-orang berjalan melewati sebuah persimpangan di Tokyo, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Jepang merekrut pekerja asing untuk memenuhi kekurangan tenaga kerja, dan jumlah ini terus meningkat di tengah menurunnya populasi dan angka kelahiran di negara tersebut.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 65 persen perusahaan di Jepang merekrut pekerja asing untuk memenuhi kekurangan tenaga kerja, demikian dilansir Kyodo News, mengutip survei pemerintah Jepang baru-baru ini.Menurut survei multirespons tersebut, sekitar 56,8 persen perusahaan menyebutkan bahwa pekerja asing direkrut dengan harapan mereka akan menunjukkan kinerja yang sama baiknya atau lebih baik dibandingkan staf Jepang, sementara 18,5 persen menganggap itu merupakan upaya untuk mempromosikan keberagaman, menurut survei Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang yang dirilis pekan ini.Survei terhadap perusahaan-perusahaan yang merekrut pekerja asing yang memiliki lima atau lebih karyawan tersebut dilakukan pada Oktober dan November 2023 serta mendapat respons dari 3.534 perusahaan dan 11.629 pekerja, menurut laporan itu.Survei tersebut juga menemukan bahwa 51,5 persen pekerja asing di Jepang mendapatkan pekerjaan mereka melalui agensi atau individu di negara asal mereka, sementara 13,5 persen mendapatkan pekerjaan melalui agensi atau individu di Jepang."Kami akan terus melakukan survei dan menggunakannya sebagai dokumen dasar untuk pembuatan kebijakan," kata seorang pejabat di kementerian tersebut.Survei itu merupakan survei pertama yang dilakukan oleh kementerian tersebut mengenai ketenagakerjaan dan perekrutan tenaga kerja asing, dengan jumlah yang terus meningkat di tengah menurunnya populasi dan angka kelahiran di Jepang.Jumlah pekerja asing di Jepang meningkat lebih dari empat kali lipat dalam 15 tahun terakhir menjadi 2,05 juta pekerja, atau sekitar 3 persen dari total tenaga kerja, hingga Oktober tahun lalu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Badan Energi Internasional luncurkan “World Energy Investment” 2020 khusus Indonesia
Indonesia
•
04 Aug 2020

OPEC+ akan tingkatkan ‘output’ minyak pada November 2025
Indonesia
•
06 Oct 2025

Minyak jatuh, penguncian Shanghai kian perburuk permintaan
Indonesia
•
28 Mar 2022

Samsung jadi peminjam terbesar di Korsel di antara 42 konglomerasi yang diawasi bank
Indonesia
•
26 May 2026


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
