
Jelang misi bawa pulang sampel Mars, China siapkan laboratorium perlindungan planet

Seorang anak laki-laki mengemudikan kendaraan rekayasa Mars simulasi dalam pameran pengalaman sains planet bertema fiksi ilmiah di China Building Science Museum di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 18 Juli 2025. (Xinhua/Xiao Yijiu)
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – China terus melanjutkan misi untuk membawa pulang sampel Mars, dan akan membangun sebuah laboratorium perlindungan planet pada tahap pertama proyek Kota Sains Antariksa Dalam di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, menurut Laboratorium Eksplorasi Antariksa Dalam (Deep Space Exploration Laboratory/DSEL), yang akan ambil bagian dalam pengoperasian laboratorium tersebut.
Laboratorium perlindungan planet itu akan menerapkan sistem perlindungan dua arah untuk menjaga sampel Mars yang dibawa kembali sekaligus biosfer Bumi.
Tugas laboratorium tersebut mencakup sterilisasi sampel, pembukaan segel, pemrosesan, dan penilaian risiko biologis.
Fasilitas itu dirancang untuk mendukung pelaksanaan misi-misi antariksa dalam utama serta memungkinkan penelitian ilmiah terhadap sampel Mars.
Pada April, Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) merilis peta jalan pelaksanaan misi Tianwen-3. Wahana antariksa tersebut dijadwalkan untuk diluncurkan sekitar tahun 2028. Pengambilan sampel dan pemulangannya ke Bumi diperkirakan akan rampung sekitar tahun 2031.
Li Hang, direktur departemen perencanaan pengembangan di DSEL, mengatakan bahwa laboratorium itu akan mendukung temuan penelitian ilmiah dari sampel luar angkasa.
Dia juga mengonfirmasi bahwa China akan mematuhi kebijakan perlindungan planet dari Committee on Space Research guna mencegah kontaminasi biologis Mars oleh organisme Bumi serta melindungi Bumi dari potensi bentuk kehidupan luar angkasa yang mungkin terbawa dalam sampel itu.
Laboratorium baru tersebut merupakan bagian dari program eksplorasi antarplanet China.
Pada Mei 2021, wahana penjelajah (rover) Zhurong milik China mendarat di wilayah selatan Utopia Planitia di Mars. Hingga Mei 2022, wahana itu telah menempuh jarak 1.921 meter di permukaan Mars dan mengumpulkan banyak data ilmiah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Spesies ikan baru ditemukan di China selatan
Indonesia
•
01 Oct 2024

China berencana genjot penggunaan NEV di daerah pedesaan
Indonesia
•
17 May 2024

Spesies anggrek langka ditemukan di Yunnan, China
Indonesia
•
05 Mar 2023

Model AI SpecCLIP mampu proses data bintang dari berbagai teleskop
Indonesia
•
27 Feb 2026


Berita Terbaru

Ilmuwan kembangkan nanopartikel yang membantu ahli bedah melacak dan membunuh kanker otak mematikan
Indonesia
•
07 Aug 2026

AI kini bisa merancang virus dari nol, ilmuwan berhasil menciptakan bakteriofag baru
Indonesia
•
07 Aug 2026

China rampungkan peta geologi Bulan skala 1:5.000.000, petakan lebih dari 13.500 kawah
Indonesia
•
07 Aug 2026

Bagian roket Falcon 9 SpaceX akan hantam Bulan, NASA pastikan Bumi aman
Indonesia
•
05 Aug 2026
