
Anak 5 tahun terima cangkok jantung buatan, pertama di dunia

Seorang tenaga medis berkomunikasi dengan seorang pasien cilik di Rumah Sakit Anak Universitas Kedokteran Nanjing di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 23 September 2025. (Xinhua/Rumah Sakit Anak Universitas Kedokteran Nanjing)
Jantung buatan yang dilevitasi sukses dicangkokkan secara magnetis ke seorang anak berusia lima tahun yang mengalami gagal jantung stadium akhir.
Nanjing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah dokter di Provinsi Jiangsu, China timur, berhasil mencangkokkan jantung buatan yang dilevitasi secara magnetis ke seorang anak berusia lima tahun yang mengalami gagal jantung stadium akhir. Hal ini sekaligus menjadi rekor global baru untuk pasien termuda sekaligus bobot badan teringan yang menerima alat bantu biventrikel jenis ini.Operasi selama sembilan jam tersebut dilakukan di Rumah Sakit Anak Universitas Kedokteran Nanjing di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, pada 20 Agustus, dan dilakukan bersama oleh tim yang dipimpin oleh presiden kehormatan rumah sakit Mo Xuming, dan Liu Xiaocheng, presiden Rumah Sakit Kardiovaskular Internasional TEDA di Kota Tianjin, China utara.Pasien muda itu, dengan bobot hanya 13 kg, didiagnosis menderita kardiomiopati restriktif, penyakit langka dan parah, tiga tahun lalu. Kondisinya memburuk drastis pada Juli lalu, mengakibatkan gejala-gejala yang mengancam jiwa.Mengingat langkanya jantung donor untuk anak kecil, tim medis memilih implan jantung buatan biventrikel sebagai jembatan menuju transplantasi.Anak itu mampu makan secara normal dan berjalan jarak pendek hanya dalam waktu satu pekan setelah menjalani operasi.Perangkat pediatrik yang dikembangkan khusus ini hanya berbobot 70 gram per pompa dan memiliki hemolisis rendah serta biokompatibilitas tinggi, meningkatkan kesesuaiannya untuk anak kecil.Secara global, dukungan sirkulasi mekanis untuk anak-anak dengan gagal jantung stadium akhir sering kali bergantung pada perangkat eksternal besar seperti Berlin Heart EXCOR, yang dapat membatasi mobilitas dan meningkatkan risiko infeksi.Perangkat implan yang dikembangkan China, khususnya, menunjukkan peralihan signifikan dari ketergantungan eksternal ke kompatibilitas internal."Terobosan ini memungkinkan lebih banyak anak-anak kecil dengan bobot badan rendah yang mengalami gagal jantung stadium akhir untuk mendapatkan manfaat dari jantung buatan generasi ketiga yang canggih dengan levitasi magnetik, sama seperti orang dewasa," kata Liu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Copernicus: Januari 2025 jadi bulan terhangat sepanjang catatan
Indonesia
•
07 Feb 2025

Protein tau pertahankan ingatan jangka panjang, tawarkan pengobatan demensia
Indonesia
•
25 May 2026

Studi: Lemak perut bagian dalam picu penuaan lebih cepat, tak bergantung pada berat badan
Indonesia
•
30 Jun 2026

NSW Australia keluarkan peringatan kesehatan terkait virus yang ditularkan nyamuk
Indonesia
•
05 Dec 2025


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
