Israel tegaskan tak akan mundur dari Lebanon selatan, meski diminta AS

Foto yang diabadikan pada 15 Juni 2026 ini memperlihatkan seorang gadis kecil sedang memeriksa bangunan-bangunan yang hancur di Deir Qanoun En Nahr, Lebanon selatan. (Xinhua/Ali Hashisho)

Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri pertahanan (menhan) Israel, Israel Katz, pada Rabu (24/6) mengatakan bahwa militer Israel tidak akan mundur dari Lebanon selatan, meski jika ada permintaan dari Amerika Serikat (AS).

Saat berbicara di MUNI EXPO 2026, sebuah konferensi sektor pemerintah kota dan pameran inovasi di Tel Aviv, Katz menyampaikan bahwa 200.000 warga Lebanon yang dievakuasi dari komunitas-komunitas di Lebanon selatan tidak akan diizinkan kembali ke rumah mereka.

Dia menjelaskan bahwa di zona keamanan sebelumnya, di mana juga terdapat penduduk sipil, ada alat-alat peledak dan serangan yang ditujukan ke tentara Israel, "jadi kami tidak mengizinkan hal itu sekarang."

"Tentara di dalam, warga di luar. Infrastruktur hancur, rumah-rumah dalam kondisi berbahaya dan hancur. Kami tidak akan mundur," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa lebih dari 7.000 roket, rudal, dan drone telah diluncurkan oleh Hizbullah dari Lebanon ke Israel sejak Maret tahun ini.

Israel dan Hizbullah terlibat dalam putaran baru konflik bersenjata sejak Maret. Setelah pecahnya pertempuran, Israel melancarkan serangan besar-besaran di Lebanon selatan, yang telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, menurut angka resmi Lebanon.

Pekan lalu, kesepakatan gencatan senjata diumumkan. Namun, meski ada seruan berulang kali dari Lebanon agar Israel menarik semua pasukannya, Israel terus mempertahankan kehadiran militer di Lebanon selatan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait