Israel siaga tinggi, perang dengan Iran bisa meletus di tengah negosiasi nuklir AS–Iran

Seorang warga melintas di sebuah jalan di Lapangan Enghelab, Teheran, Iran, pada 15 Januari 2026. (Xinhua)

Israel berada dalam status siaga tinggi dan menilai bahwa konfrontasi dengan Iran dapat segera terjadi.

 

Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel berada dalam status siaga tinggi dan menilai bahwa konfrontasi dengan Iran dapat "segera" terjadi, demikian dilaporkan lembaga penyiaran resmi Israel, Kan, pada Rabu (18/2) dengan mengutip sejumlah pejabat tinggi Israel.

Laporan Kan tersebut mengatakan Israel mempertahankan tingkat kesiapsiagaan tinggi di tengah kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dalam waktu dekat, dan memperkirakan bahwa jika dilancarkan, operasi tersebut dapat berkembang menjadi kampanye militer yang berlangsung selama beberapa pekan.

Kalangan pejabat mengatakan Presiden AS Donald Trump tampaknya kian mendekati keputusan untuk melancarkan konfrontasi berskala besar di Timur Tengah. Israel juga sedang mempersiapkan skenario di mana pertempuran dapat pecah "kemungkinan dalam hitungan hari," lanjut para pejabat.

"Kami sedang menghadapi hari-hari yang penuh tantangan terkait Iran," ujar Boaz Bismuth, ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan dalam Knesset, parlemen Israel. Dia menambahkan, "Masyarakat sedang bersiap, pihak berwenang juga sedang bersiap."

Selain itu, sebuah pertemuan kabinet keamanan Israel yang sebelumnya dijadwalkan akan digelar Kamis (19/2) ditunda menjadi Ahad (22/2) di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS serta peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah, kata seorang pejabat pemerintah Israel.

Mengutip data radar penerbangan sumber terbuka (open source) dan seorang pejabat AS, media daring AS, Axios, melaporkan bahwa Trump pekan lalu telah mengerahkan kelompok tempur kapal induk kedua ke Timur Tengah. Lebih dari 50 jet tempur F-35, F-22, dan F-16 dikerahkan ke kawasan itu dalam 24 jam terakhir.

Iran dan AS telah menyelesaikan perundingan nuklir tak langsung putaran kedua di Jenewa, Swiss, pada Selasa (17/2). Diadakan di Kedutaan Besar Oman di kota itu, perundingan tersebut dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi. Perundingan tak langsung putaran pertama telah dilakukan di ibu kota Oman, Muscat, pada 6 Februari.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait