Israel dan Maroko sepakat tingkatkan misi diplomatik jadi kedutaan besar

Seorang wanita berjalan di sebuah gang di Chefchaouen, Maroko, pada 30 April 2026. Chefchaouen, yang dikenal sebagai 'kota biru' karena dinding dan gang-gangnya yang berwarna biru, merupakan destinasi wisata di Maroko utara. (Xinhua/Aissa)

Yerusalem (Al-Quds), Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel dan Maroko sepakat untuk meningkatkan status misi diplomatik mereka menjadi kedutaan besar penuh dan menunjuk duta besar sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mempererat hubungan, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Israel pada Rabu (16/9) setelah pertemuan trilateral di New York dengan para pejabat Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita juga sepakat untuk merampungkan perjanjian perlindungan investasi dan perjanjian penghindaran pajak berganda paling lambat akhir 2026 serta memperluas penerbangan langsung dengan mencakup maskapai penerbangan Maroko, papar pernyataan Kemenlu Israel.

"Deklarasi yang kami tanda tangani hari ini menguraikan langkah-langkah praktis untuk meningkatkan hubungan antara Israel dan Maroko," kata Sa'ar.

Israel dan Maroko menormalisasi hubungan melalui perjanjian yang dimediasi AS pada 2020 dan kemudian membuka kembali kantor penghubung, dengan saat itu kedua negara menyatakan bahwa mereka pada akhirnya bermaksud untuk mendirikan kedutaan besar.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait