
China masih jadi sumber utama investasi di Indonesia pada H1 2025

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam upacara peletakan batu pertama untuk megaproyek baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada 29 Juni 2025. (Xinhua/Zulkarnain)
Investasi dari China Daratan di Indonesia menyumbang sekitar 12 persen dari total nilai investasi di sektor hilirisasi pada paruh pertama 2025, yang mencapai 280,8 triliun rupiah.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – China Daratan masih menjadi salah satu sumber utama investasi asing yang masuk ke Indonesia, dengan nilai investasinya mencapai 3,6 miliar dolar AS pada paruh pertama (H1) tahun ini. Meski turun 8 persen dari tahun lalu, Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia (RI) mengatakan minat para investor China untuk masuk ke Indonesia masih cukup tinggi.*1 dolar AS = 16.399 rupiahChina Daratan menempati posisi ketiga sebagai sumber utama investasi di Indonesia, setelah Singapura dan Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong di China, dengan nilai investasi masing-masing sebesar 8,8 miliar dolar AS dan 4,6 miliar dolar AS."Saya melihat minat investor China ke Indonesia tetap tinggi, dan mereka sekarang tidak hanya fokus ke pengolahan mineral tetapi juga sektor lainnya, termasuk yang terbaru investasi di industri pengolahan kelapa," Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Rosan Roeslani di Jakarta pada Selasa (29/7).Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI juga menjelaskan bahwa investasi dari China Daratan menyumbang sekitar 12 persen dari total nilai investasi di sektor hilirisasi pada paruh pertama tahun ini, yang mencapai 280,8 triliun rupiah. Sektor hilirisasi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah yang mencakup berbagai bidang strategis, antara lain mineral, minyak dan gas bumi, perkebunan dan kehutanan, serta perikanan.Peneliti sekaligus Direktur China-Indonesia di Center of Economic and Law Studies (Celios) Muhammad Zulfikar Rakhmat memperkirakan aliran investasi dari China ke Indonesia akan segera pulih pada paruh (H2) kedua tahun ini dan tetap kuat memasuki 2026.Salah satu pendorong investasi dari China ke depannya berasal dari megaproyek industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo pada akhir bulan lalu. Proyek kerja sama antara perusahaan China dan Indonesia tersebut mencakup pembangunan fasilitas smelter nikel, pabrik produksi baterai, hingga fasilitas daur ulang baterai, dengan nilai investasi mencapai hampir 6 miliar dolar AS.Kendati demikian, Zulfikar menyebutkan investasi China di Indonesia berpotensi terdiversifikasi ke berbagai sektor lainnya, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Foto menunjukkan sejumlah karyawan bekerja di pabrik perakitan lokal perdana milik GAC Aion di Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, pada 10 Juni 2025. (Xinhua/Abdul Azis Said)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Lembaga keuangan komersial dominasi pembiayaan iklim di Indonesia
Indonesia
•
18 Oct 2019

Lakukan perubahan fundamental, Intel akan pangkas 15.000 karyawan
Indonesia
•
03 Aug 2024

Whoosh siapkan 3.000 lebih kursi tambahan sambut libur panjang akhir Mei 2026
Indonesia
•
23 May 2026

Pakar sebut China sumbangkan kebijaksanaan untuk transisi energi hijau global di bawah G20
Indonesia
•
14 Nov 2022


Berita Terbaru

AI² Robotics incar Indonesia untuk pengembangan robot berbasis kecerdasan buatan, bidik manufaktur hingga logistik
Indonesia
•
28 Oct 2026

China siapkan investasi 1,09 triliun rupiah untuk bangun pabrik aspal Buton di Jawa, produksi 600.000 ton per tahun
Indonesia
•
28 Oct 2026

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026
