
Sekjen PBB prihatin atas insiden penembakan massal di California, AS

Sejumlah warga mengungkapkan rasa duka atas para korban penembakan massal di depan balai kota Monterey Park, California, Amerika Serikat, pada 22 Januari 2023. (Xinhua)
Insiden penembakan massal yang terjadi pada Sabtu (21/1) malam di Monterey Park, sekitar 16 kilometer di timur pusat kota Los Angeles di Negara Bagian California, Amerika Serikat, menewaskan lima wanita dan lima pria, serta melukai 10 orang lainnya.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres terkejut dan prihatin atas insiden penembakan massal yang terjadi di Monterey Park di Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), demikian disampaikan juru bicaranya pada Senin (23/1).Lima wanita dan lima pria tewas sementara 10 orang lainnya terluka dalam insiden penembakan massal yang terjadi pada Sabtu (21/1) malam di Kota Monterey Park, yang terletak 16 kilometer di timur pusat kota Los Angeles, kata pihak berwenang setempat pada Ahad (22/1). Jumlah korban tewas bertambah menjadi 11 orang pada Senin.
Seorang petugas kepolisian berjaga-jaga di lokasi kejadian penembakan di Monterey Park, California, Amerika Serikat (AS), pada 22 Januari 2023. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Inggris alami bulan Juni terpanas, perubahan iklim jadi salah satu pemicunya
Indonesia
•
04 Jul 2023

IOC: Mayoritas warga Prancis dukung atlet Rusia dan Belarus berlaga di Olimpiade Paris 2024
Indonesia
•
15 Mar 2023

Uni Eropa luncurkan investigasi terhadap Facebook dan Instagram soal keamanan anak
Indonesia
•
17 May 2024

Operasi bantuan di Gaza hadapi tekanan berat
Indonesia
•
25 Jul 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
