
Industri energi bersih untungkan penduduk desa di China utara

Seorang staf bekerja di pabrik milik sebuah perusahaan pembangkit listrik tenaga bayu di Ulanqab, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 2 Agustus 2022. (Xinhua/Li Zhipeng)
Industri energi bersih di China utara berkembang pesat, dengan ladang angin Dabanliang yang telah menghasilkan total 540 juta kilowatt-jam (kWh) listrik sejak 2018, volume yang cukup untuk memenuhi kebutuhan 250.000 orang selama hampir empat tahun, jika setiap orang mengonsumsi 600 kWh per tahun.
Hohhot, China (Xinhua) – Di sebuah desa yang sepi di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, lampu-lampu jalan bertenaga surya di luar deretan rumah menyala saat malam tiba, sementara penduduk setempat sibuk menyiapkan makan malam menggunakan sayuran segar yang ditanam di pekarangan mereka.Ini menjadi pemandangan sehari-hari di Desa Huangyangcheng yang terletak di Ulanqab berkat proyek pembangkit listrik fotovoltaik yang diperkenalkan oleh pemerintah setempat.Penduduk desa ditawari 144 rumah baru gratis oleh perusahaan yang memimpin peluncuran proyek energi baru di dekat desa tersebut pada 2015 lalu.Di antara penduduk desa yang menjadi penerima manfaat adalah Li Zhanbiao. Dia mengatakan bahwa perumahan gratis ini telah memungkinkan penduduk setempat untuk memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik."Sebelum pindah ke rumah baru ini, dahulu kami tinggal di rumah bata jemuran seluas 30 meter persegi. Pada 2016, kami memulai kehidupan baru kami di rumah yang dilengkapi perabot ini. Kami bahkan tidak perlu membeli perabot dasar tambahan," tutur Li.Industri energi bersih ini menghargai Mongolia Dalam karena keunggulan alamnya. Terletak di bagian tengah daerah itu, Ulanqab kaya akan sumber daya tenaga bayu dan surya, dan dalam beberapa tahun terakhir, industri energi baru yang berkembang pesat itu menjadi mesin penggerak baru bagi perekonomian setempat.Sosok yang berperan aktif dalam peningkatan lokal ini adalah Liu Penghui, pengelola ladang angin Dabanliang. Berasal dari Provinsi Hunan, China tengah, Liu telah bekerja di kota yang terletak di Wilayah Tengah Kanan Qahar tersebut selama sekitar satu tahun.Bagi Liu, hal yang paling mengesankan tentang Ulanqab adalah angin kencang yang bertiup di sana."Penduduk setempat sering bergurau bahwa 'Angin bertiup di Ulanqab hanya sekali setiap tahun, tetapi angin itu bertahan dari musim semi hingga musim dingin", kata Liu.Angin kencang menjadi sumber pendapatan bagi ladang angin tersebut."Sejak Juni 2018, ladang angin Dabanliang telah menghasilkan total 540 juta kilowatt-jam (kWh) listrik, volume yang cukup untuk memenuhi kebutuhan 250.000 orang selama hampir empat tahun, jika setiap orang mengonsumsi 600 kWh per tahun," kata Liu.Sejauh ini, kota tersebut telah menjalankan 96 proyek tenaga bayu dan 58 proyek tenaga fotovoltaik, sehingga total kapasitas energi baru terpasangnya bertambah menjadi lebih dari 7,65 juta kilowatt, menurut Meng Zeqiong, wakil direktur komisi pembangunan dan reformasi kota tersebut.
Foto yang diabadikan pada 4 Oktober 2022 ini menunjukkan turbin angin yang disediakan oleh perusahaan China Goldwind di Chaiyaphum, Thailand. (Xinhua/Song Yu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sektor manufaktur China berkontribusi terhadap stabilisasi rantai pasokan global
Indonesia
•
23 Sep 2022

Utang luar negeri Indonesia triwulan IV-2021 capai 415,1 miliar dolar AS
Indonesia
•
15 Feb 2022

SUV listrik China masuki pasar Yunani
Indonesia
•
01 Feb 2024
HSBC akuisisi Silicon Valley Bank cabang Inggris yang kolaps
Indonesia
•
14 Mar 2023


Berita Terbaru

UE peringatkan potensi gangguan berkepanjangan di pasar energi akibat perang di Timur Tengah
Indonesia
•
01 Apr 2026

Harga solar di California melonjak ke rekor tertinggi
Indonesia
•
01 Apr 2026

Jumlah penumpang meningkat, Whoosh semakin populer sebagai pilihan transportasi mudik Lebaran 2026
Indonesia
•
01 Apr 2026

Harga bahan bakar di Kamboja terus meroket di tengah konflik yang berlanjut di Timur Tengah
Indonesia
•
01 Apr 2026
