Indonesia berpotensi kembangkan pembangkit listrik tenaga thorium

Indonesia berpotensi kembangkan pembangkit listrik tenaga thorium
Peneliti di Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN), Alim Mardhi. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Selain uranium yang mungkin telah dikenal masyarakat luas mengandung radiasi, unsur radioaktif lainnya yang dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik adalah thorium yang memiliki simbol kimia Th.

Menurut peneliti di Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN), Alim Mardhi,  sama halnya dengan uranium, unsur thorium juga banyak dijumpai di Indonesia.

“Bekas tambang timah di Bangka Belitung misalnya, banyak mengandung thorium dalam mineral monasit yang berasosiasi dengan endapan timah,” tuturnya pada akhir pekan lalu di sela-sela Science Expo yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Tangerang, Banten pada 23-26 Oktober 2019.

Keterangan dari situs jejaring BATAN menyebutkan, kadar thorium yang terdapat di dalam monasit bisa mencapai 4,738 persen.

Jumlah cadangan thorium dunia diperkirakan mencapai 6.355.000 ton. Sebanyak 16 negara diketahui memiliki cadangan thorium tinggi, dengan India yang mempunyai thorium terbesar mencapai 846.000 ton.

Thorium potensial digunakan sebagai bahan bakar nuklir alternatif karena memiliki beberapa keunggulan, namun agak berbeda dari uranium karena tidak bisa langsung menghasilkan reaksi nuklir.

Thorium hanya bisa bereaksi nuklir jika dipicu dengan bahan bakar nuklir lain, seperti uranium-235, plutonium-239, dan uranium-233. Ketiga bahan nuklir tersebut merupakan bahan fisi (dapat membelah) yang apabila bereaksi dengan neutron akan mengalami reaksi fisi (membelah) dan menghasilkan unsur sebagai produk fisi, neutron, dan panas.

Panas yang dihasilkan digunakan untuk membangkitkan listrik, sedangkan neutron dipakai untuk bereaksi dengan thorium menjadi bahan fisi U-233.

Alim menambahkan bahwa Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memiliki kemampuan dalam mengolah bijih thorium, terutama teknologi untuk memisahkan thorium dan uranium dari monasit.

Selain itu, BATAN juga telah membangun fasilitas ekstraksi skala rintisan (pilot plant).

Laporan penelitian 2015 menunjukkan cadangan thorium di tanah air sekitar 130.974 ton dan uranium sekitar 74.397 ton.

Sementara itu, neraca Pusat Sumber Daya Geologi 2007 memperlihatkan sumber daya bijih monasit sebesar 185.992 ton.

Potensi thorium di Indonesia antara lain terdapat di Pulau Singkep (Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau), Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Mamuju (Sulawesi Barat).

“Kita juga sudah mampu mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir yang bersih dan aman,” ujar Alim, seraya menambahkan PTKRN menerapkan metode dan teknologi pengamanan pembangkit tenaga nuklir mutakhir yang memungkinkan setiap kesalahan dalam operasi tersebut dicegah sejak dini.

Hingga kini belum ada Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) yang beroperasi dengan skala komersial di dunia.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here