
Fokus Berita – Hanya separuh anak muda yang benar-benar paham soal perubahan iklim

Orang-orang berpartisipasi dalam aksi protes tentang perubahan iklim di Times Square di New York City, Amerika Serikat, pada 20 September 2020. (Xinhua/Wang Ying)
Indeks Risiko Iklim Anak-anak UNICEF, yang dipublikasikan pada 2021, menyatakan bahwa anak-anak di Pakistan, Sierra Leone, dan Bangladesh diklasifikasikan berisiko sangat tinggi terhadap dampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan, yang mengancam kesehatan, pendidikan, dan perlindungan mereka serta membuat mereka rentan terhadap penyakit mematikan.
PBB (Xinhua) – Meski sebagian besar anak-anak dan anak muda pernah mendengar tentang perubahan iklim, hanya separuh dari mereka yang memahaminya, demikian ditunjukkan sebuah jajak pendapat baru.Rata-rata, 85 persen anak muda berusia 15-24 tahun yang disurvei di 55 negara mengatakan mereka pernah mendengar tentang perubahan iklim, namun hanya 50 persen yang memilih definisi yang benar, menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dan Gallup, yang hasilnya dirilis pada Kamis (7/12).Para anak muda tersebut diminta untuk memilih antara "perubahan musiman cuaca yang terjadi setiap tahun" dan "fenomena cuaca yang lebih ekstrem serta peningkatan suhu rata-rata dunia akibat aktivitas manusia" untuk mengukur pengetahuan mereka tentang perubahan iklim.Respons "perubahan yang lebih ekstrem" adalah jawaban yang benar sebagaimana didefinisikan dalam Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim. Jajak pendapat tersebut dirilis saat para pemimpin dunia berkumpul di Dubai untuk menghadiri sesi ke-28 Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP28) tahun ini."Anak muda telah menjadi pahlawan terbesar dalam mendorong aksi untuk mengatasi dampak perubahan iklim," ungkap Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell dalam rilis persnya. "Mereka menyerukan aksi iklim di jalan-jalan atau di ruang pertemuan, dan kita perlu berbuat lebih banyak lagi untuk memastikan bahwa semua anak-anak dan anak muda memahami krisis yang menghantui masa depan mereka."
Orang-orang berpartisipasi dalam pawai iklim di Brussel, Belgia, pada 3 Desember 2023, untuk mengingatkan seluruh dunia agar mengambil tindakan terhadap perubahan iklim. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Pakar: Kecil kemungkinan subvarian XBB sebabkan puncak kasus infeksi baru di China
Indonesia
•
05 Jan 2023

Fokus Berita – Tahun ajaran baru dimulai, masyarakat AS desak pemerintah perangi kekerasan senjata api
Indonesia
•
29 Aug 2024

Ibu kota India, New Delhi, diselimuti kabut asap 'berbahaya'
Indonesia
•
03 Nov 2022

Gedung Putih luncurkan akun TikTok resmi
Indonesia
•
22 Aug 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
