
Ilmuwan ungkap jaringan komunikasi sel tersembunyi dengan teknik nanoskopi baru

Ilustrasi. (National Cancer Institute on Unsplash)
Metode nanoskopi baru, RO-iSCAT, bertujuan untuk mengamati perpanjangan sel yang tipis dan menyerupai benang dalam skala nano pada resolusi yang melampaui mikroskop konvensional.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Ilmuwan mengembangkan teknik nanoskopi baru yang mengungkap jaringan tersembunyi yang digunakan untuk komunikasi antarsel, membuka jalan baru untuk memahami penyakit manusia.
Dengan terobosan ini, para peneliti dapat mengamati cara sel hidup berinteraksi dengan lingkungannya selama beberapa hari, mengungkap perilaku tiga dimensional yang sebelumnya tidak terlihat dengan mikroskop konvensional, demikian menurut sebuah pernyataan yang dirilis baru-baru ini oleh Universitas Nasional Australia (Australian National University/ANU).
"Menggunakan pencitraan yang lembut dan nirlabel, kami akhirnya dapat menyaksikan kehidupan sel yang tersembunyi dan dinamis secara real time dan tiga dimensional," kata peneliti senior dalam studi ini, Steve Lee dari John Curtin School of Medical Research ANU.
"Teknik ini memungkinkan terobosan yang lebih cepat dan lebih akurat dalam cara kita memahami dan mengobati penyakit manusia pada skala nano," kata Lee, seraya menambahkan bahwa teknik ini menghindari "label" kimiawi yang biasa digunakan dalam nanoskopi yang dapat merusak sel melalui fototoksisitas.
Metode nanoskopi baru, RO-iSCAT, bertujuan untuk mengamati perpanjangan sel yang tipis dan menyerupai benang dalam skala nano pada resolusi yang melampaui mikroskop konvensional, ungkap studi yang telah diterbitkan di jurnal Nature Communications tersebut.
Melalui pencitraan kontinu selama beberapa hari, struktur-struktur tersebut terlihat memanjang, menyusut, dan terhubung kembali, membentuk jaringan rumit yang mentransfer pesan biokimia ke sel-sel tetangga, menantang pandangan sebelumnya yang didasarkan pada citra-citra statis, urai para peneliti.
Temuan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang bagaimana penyakit berkembang, termasuk menyelidiki bagaimana sel kanker pankreas dan sel pembuluh darah manusia membentuk banyak jembatan "ketat" dengan jaringan di sekitarnya, yang berpotensi membantu pertumbuhan tumor dan resistansi terhadap pengobatan, kata para peneliti.
Metode ini juga dapat membantu para ilmuwan memahami cara virus berpindah antarsel, karena beberapa virus diduga menyebar melalui jembatan seluler tersebut. Selain itu, metode ini juga dapat membantu mengembangkan strategi pemberian obat yang lebih tepat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan temukan polimer seukuran kuku jari yang mampu tarik mobil
Indonesia
•
17 Nov 2025

90.000 lebih artefak batu dari Zaman Neolitikum ditemukan di China timur laut
Indonesia
•
15 Nov 2024

China akan implementasikan proyek percontohan teknologi hijau dan rendah karbon
Indonesia
•
25 Aug 2023

Proyek produksi uranium alam terbesar di China mulai dibangun
Indonesia
•
13 Jul 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
