
PM China bertemu PM Laos, bahas kerja sama yang lebih erat

Perdana Menteri China Li Keqiang bertemu dengan Perdana Menteri Laos Phankham Viphavanh di sela-sela pertemuan para pemimpin tentang kerja sama Asia Timur di Phnom Penh, Kamboja, pada 12 November 2022. (Xinhua/Huang Jingwen)
Hubungan China-Laos terus diperdalam dan dikembangkan, dan konsensus strategis bilateral telah diimplementasikan secara efektif serta membuahkan banyak hasil.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang dan Perdana Menteri Laos Phankham Viphavanh pada Sabtu (12/11) di Phnom Penh sepakat akan meningkatkan hubungan bilateral untuk pembangunan lebih lanjut.Selama pembicaraan mereka di sela-sela pertemuan para pemimpin tentang kerja sama Asia Timur, Li mengungkapkan bahwa China dan Laos merupakan negara tetangga yang dihubungkan oleh pegunungan dan perairan dengan persahabatan yang telah terjalin lama.China bersedia meningkatkan kontak tingkat tinggi dengan Laos, memperkuat kepercayaan politik timbal balik, memperdalam kerja sama praktis, dan mendorong lebih banyak hasil dari pengembangan hubungan bilateral, katanya.China siap bekerja sama dengan Laos untuk memperkuat komunikasi dan pembelajaran timbal balik, sehingga dapat mengintensifkan motivasi intrinsik untuk mendorong kerja sama, tambahnya.China bersedia bekerja sama dengan Laos untuk melakukan kerja sama energi bersih tenaga bayu, surya, dan energi bersih lainnya, mempercepat fasilitasi perizinan bea cukai (customs clearance), memperluas ekspor produk pertanian utama Laos, meningkatkan pertukaran antarmasyarakat, serta menyambut para pelajar Laos untuk kembali ke China dan melanjutkan studi mereka, kata Li, seraya menambahkan bahwa China juga siap terus memberikan bantuan dan dukungan ke Laos untuk meningkatkan penghidupan masyarakat.Phankham mengatakan hubungan China-Laos terus diperdalam dan dikembangkan, dan konsensus strategis bilateral telah diimplementasikan secara efektif serta membuahkan banyak hasil.Laos dengan tegas mendukung China untuk menjaga kepentingan intinya, dan bersedia mengintensifkan pertukaran dengan pihak China di semua tingkatan, memperdalam pertukaran pengalaman dalam tata kelola negara, serta meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, termasuk bidang ekonomi dan perdagangan, energi, dan pertanian, katanya.
Foto dari udara yang diabadikan pada 2 Juni 2022 ini memperlihatkan kereta peluru Fuxing melintasi jembatan besar Nanxihe di Jalur Kereta China-Laos di Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Jiang Wenyao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Belum ada kesepakatan yang difinalisasi dengan AS, Iran tegaskan hak kelola Selat Hormuz
Indonesia
•
30 May 2026

Konflik Israel-Hizbullah kian sengit, picu kekhawatiran perang regional
Indonesia
•
21 Sep 2024

Xi Jinping bertemu Presiden Argentina Alberto Fernandez di Bali
Indonesia
•
16 Nov 2022

China dan negara-negara anggota Teluk sepakat perkuat kemitraan strategis
Indonesia
•
11 Dec 2022


Berita Terbaru

AS dan Iran teken MoU secara Elektronik untuk akhiri perang
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 dibuka di tengah gelombang unjuk rasa besar-besaran
Indonesia
•
16 Jun 2026

Feature – Kesepakatan damai tercapai, warga Teheran masih menunggu bukti perdamaian
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 akan bahas krisis geopolitik di tengah meningkatnya perpecahan
Indonesia
•
15 Jun 2026
