
Huawei dorong digitalisasi pendidikan di pondok pesantren Indonesia

Perwakilan guru dan anak-anak dari Yayasan Pendidikan Islam Shofwatul Qolbi dan panti asuhan Al-Andalusia menerima bantuan perangkat teknologi dan internet dari Huawei Indonesia di Jakarta pada 18 Maret 2025. (Xinhua)
Huawei telah berkontribusi dalam mendukung pendidikan di Indonesia menjadi lebih inklusif lewat program bantuan perangkat teknologi dan internet Huawei yang bertajuk ‘I Do Care’.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Program bantuan perangkat teknologi dan internet Huawei yang bertajuk ‘I Do Care’ telah membantu mempercepat digitalisasi di pondok pesantren dan panti asuhan di Indonesia dalam enam tahun terakhir.Tahun ini, Huawei kembali menyalurkan bantuan berupa tablet dan perangkat internet kepada 24 pondok pesantren dan panti asuhan di 16 kota di Indonesia.Salah satu penerimanya adalah Yayasan Pendidikan Islam Shofwatul Qolbi di Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Dengan jumlah murid mencapai hampir 1.000 orang dengan puluhan ruang belajar, para guru di pondok pesantren ini mengungkapkan proses pembelajaran seringkali terkendala akibat jaringan internet yang lambat."Bantuan dari Huawei berupa beberapa modem Wi-Fi tentu sangat membantu proses pembelajaran menggunakan smartboard TV menjadi lebih lancar," kata seorang guru, Hikmatul Mukarromah, saat menghadiri acara pemberian bantuan tersebut di kantor Huawei Indonesia di Jakarta pada Selasa (18/3).Penerima lainnya adalah panti asuhan Al-Andalusia di Jakarta Selatan, yang saat ini menjadi rumah bagi 120 orang anak yatim piatu. Seorang pengurus panti asuhan, Qowita Zakiyah, mengatakan tablet pemberian Huawei akan digunakan untuk melatih anak-anak di panti asuhan dalam mempelajari dasar-dasar teknologi, informasi dan komunikasi (TIK).Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, Indonesia memiliki sekitar 42.000 pondok pesantren yang menjadi tempat belajar bagi lebih dari 4 juta santri. Namun, Direktur Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia, Basnang Said, mengatakan sebagian besar pesantren masih berjuang dengan keterbatasan sarana dan prasarana TIK.Dirinya mengatakan bahwa pemerintah telah berupaya menyalurkan lebih banyak bantuan perangkat teknologi ke ratusan pesantren, kendati demikian dukungan pihak swasta seperti Huawei dianggap tak kalah penting.Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Suharti, yang mengapresiasi Huawei karena berkontribusi dalam mendukung pendidikan di Indonesia menjadi lebih inklusif lewat digitalisasi."Saya yakin kepedulian Huawei ini akan membantu membukakan pintu masa depan yang lebih gemilang untuk anak-anak di Indonesia," ujarnya, saat menghadiri upacara pemberian bantuan tersebut.Sementara itu, Vice President Director Huawei Indonesia, Kian Chen, mengatakan bahwa bantuan perangkat teknologi dan internet ini sebagai komitmen agar anak-anak di pondok pesantren tetap terhubung dengan perkembangan teknologi dan mendukung pembelajaran daring.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Google akan hapus riwayat lokasi kunjungan ke klinik aborsi di AS
Indonesia
•
02 Jul 2022

Prancis catat neraca populasi alami negatif pertama sejak Perang Dunia II
Indonesia
•
14 Jan 2026

PBB peringatkan ancaman kelaparan di Somalia
Indonesia
•
07 Sep 2022

Bayi di sub-Sahara 10 kali lebih mungkin meninggal
Indonesia
•
20 Sep 2019


Berita Terbaru

UNESCO tambah 25 Warisan Dunia baru, tiga situs terdampak konflik ditetapkan lewat prosedur darurat
Indonesia
•
29 Jul 2026

Stok darah O di AS tinggal kurang dari sehari, Palang Merah umumkan krisis nasional
Indonesia
•
29 Jul 2026

Kali pertama dalam 42 tahun, populasi warga negara Jepang turun di bawah 120 juta
Indonesia
•
29 Jul 2026

Feature – Dari Sungai Cisadane, tradisi perahu naga terus mengayuh lintas generasi
Indonesia
•
27 Jul 2026
