
Survei sebut film, televisi, dan media sosial berpengaruh besar pada pilihan wisata pelancong Gen Z Taiwan

Dua penumpang asal Taiwan berbincang dengan keluarga mereka via panggilan video saat menaiki kereta peluru Fuxing G9801 di jalur kereta cepat Fuzhou-Xiamen-Zhangzhou di Provinsi Fujian pada 28 September 2023. (Xinhua/Jiang Kehong)
Perjalanan solo, yang terinspirasi dari film, acara televisi, dan media sosial, menjadi pilihan utama pelancong Taiwan dari kelompok Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara tahun 1997-2012.
Taipei, Taiwan (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah survei yang dilakukan oleh platform perjalanan wisata Booking.com mengungkapkan bahwa para pelancong Taiwan dari kelompok Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara tahun 1997-2012, lebih menyukai perjalanan solo dan sangat terpengaruh oleh film, acara televisi, dan media sosial saat memilih tujuan wisata mereka.Menurut survei yang dipublikasikan pada Ahad (25/8), sebanyak 71 persen responden muda di Taiwan memilih destinasi wisata berdasarkan lokasi yang ditampilkan di film dan acara televisi favorit mereka. Mereka ingin sekali menandai lokasi mereka dalam unggahan di media sosial atau "check in" di spot-spot ikonik tersebut dan mengunjungi restoran atau hotel yang sama seperti di layar.Hampir 70 persen responden mendapatkan inspirasi wisata melalui media sosial, baik dari pengalaman wisata yang dibagikan oleh kawan-kawan dan keluarga, maupun dengan mengumpulkan ide-ide dari berbagai platform.Survei itu juga menyoroti bahwa kalangan muda Taiwan menghargai "waktu untuk memanjakan diri sendiri" selama perjalanan wisata mereka. Hampir separuh dari responden tersebut melaporkan telah melakukan perjalanan solo selama enam bulan terakhir, dan 71 persen lainnya merencanakan perjalanan solo tahun depan.Lebih lanjut, 60 persen responden lebih memilih untuk menghindari puncak musim perjalanan. Mereka juga memprioritaskan pengalaman perjalanan yang unik selain sekadar mengunjungi antraksi wisata, seperti naik balon udara atau terjun payung, menurut laporan survei itu.Huang De-zhen, manajer umum di sebuah agen perjalanan di Taiwan, mengatakan kepada Xinhua bahwa banyak kaum muda yang meminta informasi tentang perjalanan wisata ke China Daratan khususnya tertarik untuk mengunjungi lokasi-lokasi ikonik yang ditampilkan dalam drama televisi di China Daratan, terutama drama-drama dengan latar masa lampau.Banyak di antara mereka yang menjadi tertarik dengan beberapa tempat tertentu di China Daratan setelah melihat video promosi wisata dan unggahan para blogger perjalanan di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Xiaohongshu, kata Huang.Dalam Taipei Summer Travel Expo 2024 yang digelar pada Juli, Asosiasi Pertukaran Pariwisata Lintas Selat Taiwan yang berbasis di China Daratan meluncurkan proyek promosi yang menampilkan drama populer ‘To the Wonder’ untuk memasarkan wisata ke Daerah Otonom Uighur Xinjiang yang indah di China barat laut. Proyek ini sukses menarik minat masyarakat lokal untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai pariwisata di Xinjiang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan global terbitkan daftar isu ilmiah penting 2022
Indonesia
•
29 Nov 2022

Warga Inggris habiskan 56 jam setahun bicara soal cuaca
Indonesia
•
22 Aug 2025

NYT: Debat Kongres AS tentang pekerja migran anak terperosok dalam konflik kebijakan imigrasi
Indonesia
•
10 May 2023

WHO serukan lebih banyak sumbangan layanan kesehatan untuk Yaman
Indonesia
•
28 Feb 2023


Berita Terbaru

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026

Angka kematian anak balita turun lebih dari setengahnya sejak tahun 2000
Indonesia
•
19 Mar 2026
