
Mineral tanah jarang yang baru ditemukan di Mongolia Dalam merupakan ‘logam magnet’

Foto yang diabadikan pada 10 Mei 2024 ini menunjukkan sebuah bijih tanah jarang di sebuah museum tanah jarang di Baotou, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua/Li Zhipeng)
Huanghoite-(Nd) adalah mineral karbonat baru yang didominasi oleh neodimium, ‘logam magnet’ yang mendukung motor kendaraan listrik dan turbin angin lepas pantai.
Wuhan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim ahli geologi China telah mengidentifikasi cadangan mineral tanah jarang (rare-earth mineral/REE) dalam jumlah besar yang sebelumnya tidak diketahui di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara.Tanah jarang itu, yang secara resmi diberi nama Huanghoite-(Nd) oleh Asosiasi Mineralogi Internasional, adalah mineral karbonat baru yang didominasi oleh neodimium, ‘logam magnet’ yang mendukung motor kendaraan listrik dan turbin angin lepas pantai.Para peneliti dari Universitas Geosains (Wuhan) China dan lembaga survei geologi Mongolia Dalam menemukan cadangan tersebut di bagian tengah badan bijih utama di dalam cadangan Bayan Obo, tambang tanah jarang terbesar di dunia.Zhao Laishi, yang memimpin tim tersebut, mengatakan bahwa penemuan ini mencerminkan keberagaman sumber daya dan geokimia yang kompleks dari cadangan tersebut.Dikutip dari American Geosciences, mineral tanah jarang adalah sekumpulan dari tujuh belas unsur logam, termasuk lima belas lantanida pada tabel periodik ditambah skandium dan itrium.Mineral tanah jarang merupakan bagian penting dari banyak perangkat berteknologi tinggi.Siaran pers dari Survei Geologi AS ‘Going Critical’ menjelaskan: "Minera tanah jarang (REE) merupakan komponen penting dari lebih dari 200 produk di berbagai aplikasi, terutama produk konsumen berteknologi tinggi, seperti telepon seluler, hard drive komputer, kendaraan listrik dan hibrida, serta monitor layar datar dan televisi. Aplikasi pertahanan yang signifikan meliputi layar elektronik, sistem pemandu, laser, serta sistem radar dan sonar.”“Meskipun jumlah REE yang digunakan dalam suatu produk mungkin bukan bagian penting dari produk tersebut berdasarkan berat, nilai, atau volume, REE diperlukan agar perangkat tersebut berfungsi. Misalnya, magnet yang terbuat dari REE seringkali hanya mewakili sebagian kecil dari total berat, tetapi tanpanya, motor spindel dan kumparan suara pada desktop dan laptop tidak akan mungkin berfungsi.”Pada tahun 1993, sebanyak 38 persen produksi REE dunia berada China, 33 persen di Amerika Serikat, 12 persen di Australia, dan masing-masing lima persen di Malaysia dan India. Sisanya ada di beberapa negara lain, termasuk Brasil, Kanada, Afrika Selatan, Sri Lanka, dan Thailand.Pada tahun 2008, China menyumbang lebih dari 90 persen produksi REE dunia, dan pada tahun 2011, angka ini naik menjadi 97 persen produksi dunia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Satelit telekomunikasi propulsi listrik penuh pertama China mulai beroperasi
Indonesia
•
16 Jul 2024

Reptil laut dari zaman dinosaurus diidentifikasi di China selatan
Indonesia
•
08 Apr 2022

Ilmuwan ungkap peta sel lengkap dan menyeluruh dari otak mamalia
Indonesia
•
14 Dec 2023

Mikro plastik di perairan Taiwan meningkat di musim panas
Indonesia
•
24 Aug 2020


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
