
Trump kembali tetapkan Houthi sebagai organisasi teroris

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadiri parade kepresidenannya di Capital One Arena di Washington DC, AS, pada 20 Januari 2025. Donald Trump dilantik sebagai presiden ke-47 AS di Rotunda Gedung Capitol AS pada Senin (20/1) tengah hari waktu setempat. Dengan demikian, Trump akan memulai masa jabatan keduanya sekembalinya ke Gedung Putih setelah empat tahun. (Xinhua/Wu Xiaoling)
Houthi kembali ditetapkan sebagai ‘Organisasi Teroris Asing’ (Foreign Terrorist Organization/FTO), melalui perintah eksekutif Donald Trump.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (22/1) menandatangani perintah eksekutif untuk kembali menetapkan Houthi, kelompok militan yang berbasis di Yaman, sebagai "Organisasi Teroris Asing" (Foreign Terrorist Organization/FTO).Menurut sebuah lembar fakta yang dirilis oleh Gedung Putih, perintah eksekutif Trump tersebut membatalkan keputusan yang dikeluarkan oleh Joe Biden empat tahun lalu, yang menghapus Houthi dari daftar FTO, sekaligus membalikkan keputusan Trump yang dikeluarkan pada akhir masa jabatan pertamanya."Sebagai akibat dari kebijakan pemerintahan Biden yang lemah, Houthi menembaki kapal perang Angkatan Laut AS puluhan kali, melancarkan banyak serangan terhadap infrastruktur sipil di negara-negara mitra, dan menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Bab al-Mandeb lebih dari 100 kali," papar Gedung Putih dalam lembar fakta tersebut.Perintah eksekutif yang dikeluarkan pada Rabu itu memerintahkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk memberikan rekomendasi agar penetapan tersebut mulai berlaku dalam waktu 30 hari.Menyusul penetapan tersebut, Trump akan mengarahkan Badan Pembangunan Internasional AS (U.S. Agency for International Development/USAID), setelah menyelesaikan tinjauan, "untuk mengakhiri hubungannya dengan entitas-entitas yang memberikan pembayaran kepada Houthi, atau yang menentang upaya internasional untuk melawan Houthi sambil menutup mata terhadap terorisme dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Houthi."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Biden undang presiden Brasil ke AS usai aksi kekerasan oleh pendukung Bolsonaro
Indonesia
•
10 Jan 2023

CDC AS peringatkan wabah E. coli terkait keju susu mentah
Indonesia
•
17 Feb 2024

Edward Snowden resmi jadi warga negara Rusia
Indonesia
•
27 Sep 2022

Oman keluarkan hukum dasar baru tentang suksesi putera mahkota
Indonesia
•
12 Jan 2021


Berita Terbaru

Insiden penembakan sekolah menengah di Turkiye tewaskan sedikitnya 9 orang
Indonesia
•
16 Apr 2026

Kremlin: Perdamaian berkelanjutan dengan Ukraina hanya bisa terwujud jika kepentingan Rusia dijamin
Indonesia
•
13 Apr 2026

Inggris tidak akan ikut dalam blokade Selat Hormuz
Indonesia
•
14 Apr 2026

Menlu Iran sebut ancaman blokade AS gagalkan perundingan Islamabad
Indonesia
•
14 Apr 2026
