
Singapura akan kenakan retribusi untuk promosikan bahan bakar pesawat ramah lingkungan

Wisatawan mengunjungi Jewel Changi Airport di Singapura pada 7 September 2023. (Xinhua/Then Chih Wey)
Harga sustainable aviation fuel yang terbuat dari bahan baku nonminyak bumi, termasuk limbah makanan, saat ini sekitar tiga hingga lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan bahan bakar jet konvensional.
Singapura (Xinhua) – Penumpang yang berangkat dari Singapura akan membayar tarif penerbangan yang lebih tinggi karena negara itu akan menerapkan retribusi untuk memperluas penggunaan bahan bakar pesawat berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF) mulai 2026, menurut dokumen Singapore Sustainable Air Hub Blueprint yang diluncurkan pada Senin (19/2).Singapura berjanji akan mencapai target emisi net zero pada 2050, dan SAF akan menyumbangkan sekitar dua pertiga dari pengurangan emisi karbon yang diperlukan, demikian disampaikan oleh Menteri Transportasi Singapura Chee Hong Tat saat meluncurkan cetak biru tersebut dalam acara Changi Aviation Summit 2024.Singapura akan mewajibkan pesawat-pesawat yang keluar dari negara itu untuk menggunakan SAF mulai 2026 dan meningkatkan target penggunaan bahan bakar berkelanjutan dari 1 persen pada 2026 menjadi antara 3 persen hingga 5 persen pada 2030, papar Chee.
Wisatawan dari penerbangan Singapore Airlines SQ325 mengambil bagasi di ruang bagasi di Bandar Udara Changi Singapura pada 8 September 2021. (Xinhua/Then Chih Wey)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenpar harapkan jumlah kunjungan wisatawan China ke Tanah Air naik signifikan
Indonesia
•
21 Feb 2025

Pasar perjalanan luar negeri China catat pemulihan saat Festival Musim Semi
Indonesia
•
24 Jan 2023

Bioteknologi ubah limbah jadi pakan ramah lingkungan
Indonesia
•
26 Dec 2022

‘E-commerce’ China pakai pola baru untuk tingkatkan konsumsi
Indonesia
•
02 Aug 2022


Berita Terbaru

Feature – Revitalisasi perdesaan China hasilkan omzet di Yunnan 6,78 miliar rupiah, 140 rumah tangga ikut nikmati dividen
Indonesia
•
15 Sep 2026

Xi Jinping dorong BRICS masuki ‘dekade emas ketiga’ dengan kekuatan Global South
Indonesia
•
14 Sep 2026

Feature – Kopi Indonesia berkualitas, tetapi sulit dijual mahal: Yunnan tawarkan jalan untuk naik kelas
Indonesia
•
15 Sep 2026

Fokus Berita – 20 tahun BRICS, Xi serukan kelompok Global South jadi pelopor tatanan dunia baru
Indonesia
•
14 Sep 2026
