Harga minyak global diprediksi tetap tinggi tahun depan

Sejumlah rig pengeboran minyak beroperasi di Three Rivers, Texas, Amerika Serikat, pada 24 Februari 2022. (Xinhua/Nick Wagner)
Harga minyak global akan tetap tinggi sepanjang 2023, terlepas dari penurunan harga minyak mentah baru-baru ini karena kekhawatiran pasar terkait pertumbuhan ekonomi global, dengan Brent diperkirakan rata-rata 92 dolar AS per barel tahun depan.
Houston, AS (Xinhua) – Harga minyak global akan tetap tinggi sepanjang 2023, menurut perkiraan Administrasi Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (6/12).Terlepas dari penurunan harga minyak mentah baru-baru ini karena kekhawatiran pasar terkait pertumbuhan ekonomi global, harga minyak mentah Brent diperkirakan rata-rata 92 dolar AS per barel pada 2023, kata EIA dalam laporan Perkiraan Energi Jangka Pendek (Short-Term Energy Outlook/STEO) Desember.Harga minyak mentah Brent bulan lalu tercatat rata-rata 91 dolar AS per barel, yang membuat rata-rata harganya menjadi 101 dolar AS pada 2022, menurut laporan itu.Harga minyak turun pada Senin (5/12) karena data ekonomi AS yang positif kembali memicu kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga yang agresif oleh bank sentral AS, Federal Reserve. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari turun 2,89 dolar AS atau 3,4 persen dan ditutup di angka 82,68 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.Pasokan minyak global diperkirakan turun 0,2 juta barel per hari pada paruh pertama 2023, yang akan mendorong harga Brent kembali di atas 90 dolar AS per barel pada awal kuartal kedua tahun depan, menurut laporan tersebut.Dalam perkiraan EIA, pemanfaatan kilang AS tetap mendekati rata-rata lima tahun hingga 2023.Larangan Uni Eropa (UE) atas impor produk minyak melalui jalur laut dari Rusia akan menciptakan ketidakpastian pasokan dan harga untuk pasar penyulingan pada awal 2023. Sebagian akibatnya, margin penyulingan solar AS akan turun sebesar 19 persen pada 2023 dibandingkan pada 2022.
Sejumlah tangki yang menyimpan bahan bakar terlihat di Depot Bahan Bakar Bayside di wilayah Brooklyn, New York, Amerika Serikat, pada 8 Maret 2022. (Xinhua/Michael Nagle)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Minyak beragam di sesi Asia, investor bidik pembicaraan nuklir AS-Iran
Indonesia
•
10 Feb 2022

Pejabat tinggi Laos puji Jalur Kereta Laos-China sebagai kebanggaan nasional
Indonesia
•
04 Dec 2022

Zimbabwe jual lebih dari 200 juta kg daun tembakau selama musim pemasaran 2022
Indonesia
•
22 Aug 2022

Singapura tertarik potensi bisnis Batam, Bintan dan Karimun
Indonesia
•
18 Sep 2019
Berita Terbaru

Tinjauan Ekonomi – Nominasi ketua The Fed dari Trump tuai pro dan kontra
Indonesia
•
07 Feb 2026

Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antarnegara perkuat ketahanan ekonomi makro Indonesia
Indonesia
•
07 Feb 2026

Produsen otomotif China hadirkan lebih banyak NEV di ajang IIMS 2026
Indonesia
•
06 Feb 2026

Perusahaan China teken kerja sama untuk dorong proyek integrasi baja dan kokas di Indonesia
Indonesia
•
06 Feb 2026
