‘Hard drive’ yang seharusnya dimusnahkan malah dijual, 510.000 data pasien terancam bocor

Orang-orang mengunjungi Festival Salju Sapporo di Sapporo, Hokkaido, Jepang, pada 31 Januari 2020. (Xinhua/Du Xiaoyi)

Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Informasi mengenai pasien dan staf di dua rumah sakit di Hokkaido, prefektur paling utara Jepang, bocor setelah sebuah perusahaan pengelola limbah setempat melakukan kesalahan dalam penanganan perangkat penyimpanan data (hard drive) bekas, yang berpotensi berdampak terhadap hingga 510.000 orang, lapor media lokal pada Senin (8/6).

Masalah tersebut terungkap setelah seorang pembeli hard drive di situs lelang daring melaporkan kepada pihak berwenang pada Juni tahun lalu bahwa perangkat tersebut berisi data milik Pusat Medis Hokkaido.

Pihak rumah sakit kemudian menemukan sejumlah hard drive serupa dan memulai penyelidikan, menurut stasiun televisi publik NHK.

Penyelidikan tersebut menemukan bahwa 31 hard drive itu pernah digunakan oleh Pusat Medis Hokkaido dan dua perangkat pernah digunakan oleh Pusat Kanker Hokkaido untuk menyimpan data, termasuk rekam medis elektronik.

Menurut laporan tersebut, perangkat-perangkat itu dikonfirmasi berisi informasi pribadi milik sekitar 187.000 pasien dan staf, termasuk nama, alamat, dan diagnosis medis, sementara data milik hingga 510.000 orang berisiko bocor.

Kedua rumah sakit itu sebelumnya telah menugaskan perusahaan pengelola limbah yang sama di Kota Ishikari untuk memusnahkan hard drive tersebut. Namun, perusahaan itu gagal melakukannya, sehingga hard drive tersebut beredar di pasar barang bekas.

Organisasi Rumah Sakit Nasional Jepang, yang mengelola kedua rumah sakit tersebut, telah melaporkan kasus ini kepada polisi dan mengajukan laporan pidana terhadap perusahaan pengelola limbah terkait.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait