
Jumlah korban tewas akibat terinjak-injak di India bertambah jadi 116 orang

Orang-orang membawa jenazah seorang korban tewas akibat terinjak-injak menggunakan tandu di luar sebuah rumah sakit di Hathras, Negara Bagian Uttar Pradesh, India utara, pada 3 Juli 2024. (Xinhua)
Hampir 50.000 orang berkumpul di sebuah acara keagamaan di daerah Sikandra Rao, Hathras. Namun hanya ada 40 polisi yang ditugaskan di lokasi tersebut untuk mengatur kerumunan besar.
New Delhi, India (Xinhua) – Jumlah korban tewas akibat terinjak-injak di Negara Bagian Uttar Pradesh, India utara, pada Selasa (2/7), bertambah menjadi 116 orang, dengan 88 jenazah korban berada di sebuah pusat trauma setempat, 27 di Rumah Sakit Etah, dan satu di sebuah rumah sakit di Kota Hathras, seperti dikonfirmasi seorang pejabat pemerintah setempat kepada Xinhua via sambungan telepon.Laporan pejabat setempat lainnya, Komisaris Divisi Aligarh Chaitra V. menyebutkan kepada media bahwa jumlah korban tewas telah "bertambah menjadi 107 orang."Jumlah korban tewas dikhawatirkan terus bertambah seiring dengan banyaknya korban luka yang dirawat di berbagai rumah sakit, dan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis.Menurut laporan awal, hampir 50.000 orang berkumpul di sebuah acara keagamaan di daerah Sikandra Rao, Hathras. Namun hanya ada 40 polisi yang ditugaskan di lokasi tersebut untuk mengatur kerumunan besar, kata laporan itu.Sebagian besar korban tewas adalah wanita dan anak-anak yang meninggal setelah terpeleset di lahan yang basah dan jatuh ke saluran air di pinggir jalan. Tragedi itu terjadi usai upacara, yang berlangsung selama hampir dua jam, berakhir dan orang-orang mulai meninggalkan lokasi.Seorang tokoh agama meninggalkan lokasi tersebut dan orang-orang berlarian ke arahnya untuk menyentuh kaki dan mendapatkan berkatnya. Tiba-tiba terjadi kekacauan dan orang-orang mulai terpeleset di lahan yang basah saat berlari, dan mulai menimpa satu sama lain, ujar seorang saksi mata kepada kanal berita Aaj Tak.
Orang-orang yang terluka akibat terinjak-injak menerima perawatan medis di sebuah rumah sakit di Hathras, Negara Bagian Uttar Pradesh, India utara, pada 3 Juli 2024. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China tegaskan kembali komitmennya terhadap sistem antidoping global
Indonesia
•
27 Jul 2024

Taiwan laporkan peningkatan kasus bunuh diri di lingkungan pendidikan dalam 5 tahun terakhir
Indonesia
•
18 Apr 2024

Feature – Musim salju tiba, warga nikmati musim dingin di China timur laut
Indonesia
•
26 Dec 2022

Istanbul menangkan lelang lukisan Sultan Ottoman abad ke-15
Indonesia
•
27 Jun 2020


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
