
Hamas desak komunitas internasional tekan Israel agar hentikan pelanggaran di Gaza

Foto yang diabadikan pada 15 Januari 2026 ini menunjukkan para pedagang di dekat bangunan yang rusak di Gaza City. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel sengaja menghalangi masuknya komite teknokratik ke Gaza, sehingga kelompok itu tidak mengetahui kapan atau bagaimana mereka akan memulai pekerjaan mereka di lapangan.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas pada Selasa (20/1) mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan efektif untuk menekan Israel agar segera dan sepenuhnya menghentikan apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terus-menerus terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.
Seruan itu disampaikan dalam memorandum politik yang diajukan oleh Hamas kepada mediator Mesir, Qatar, dan Turkiye, serta pihak penjamin dan organisasi internasional, yang sekaligus menandai 100 hari sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 lalu.
Dalam memorandum tersebut, Hamas menegaskan kembali komitmen penuh mereka terhadap perjanjian tersebut dan menggambarkannya sebagai kerangka kerja yang mengikat, yang bertujuan untuk "menghentikan pertumpahan darah, alih-alih tameng politik untuk melanjutkan agresi atau mengulangi kebijakan genosida".
Sejak gencatan senjata diberlakukan, 483 warga Palestina tewas di Gaza, termasuk 169 anak-anak, 64 perempuan, 191 pria sipil, dan 39 anggota faksi Palestina, menurut memorandum tersebut. Disebutkan pula bahwa 96,3 persen dari mereka yang tewas berada di wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah terlindungi berdasarkan isi perjanjian tersebut.
Memorandum itu lebih lanjut menguraikan bahwa pihak Israel telah melakukan 1.298 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata, termasuk 428 insiden penembakan langsung, 66 kali kendaraan militer memasuki zona gencatan senjata, dan 604 kasus serangan udara dan artileri terhadap kawasan permukiman sipil.
Memorandum tersebut juga menuduh Israel menghambat sektor kesehatan di Gaza dengan memblokir masuknya pasokan medis penting dan bahan rekonstruksi, serta tidak membuka akses bantuan kemanusiaan sebagaimana yang telah disepakati, sembari memanipulasi jumlah truk bantuan yang masuk ke Gaza.
Hamas menyerukan agar fase pertama perjanjian dipenuhi dan segera dilanjutkan ke fase kedua, yang mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.
Memorandum tersebut menekankan perlunya memastikan Israel mematuhi garis penarikan pasukan yang telah disepakati, serta menyerukan pembentukan mekanisme pemantauan internasional yang netral di lapangan untuk mengawasi secara langsung pelaksanaan gencatan senjata dan penyaluran bantuan.
Memorandum tersebut juga menuntut 600 truk bantuan harian, termasuk 50 truk yang membawa bahan bakar, di bawah pengawasan internasional, serta operasi bantuan PBB yang bebas hambatan. Lebih lanjut, memorandum itu mendesak agar Israel segera membuka Perlintasan Rafah untuk memberikan akses bagi pasokan medis, bahan bangunan, dan peralatan konstruksi yang diperlukan untuk pekerjaan rekonstruksi.
Hamas juga menuntut agar Israel ditekan untuk mengungkap nasib seluruh tahanan, membebaskan perempuan dan anak-anak, serta memulangkan jenazah yang masih ada di pihak Israel.
Sebuah komite teknokratik Palestina beranggotakan 15 orang, yang dibentuk untuk mengelola Gaza pascaperang untuk sementara waktu, secara resmi memulai kerjanya di Kairo pada Jumat (16/1).
Pada Selasa, surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Israel sengaja menghalangi masuknya komite teknokratik tersebut ke Gaza, sehingga kelompok itu tidak mengetahui kapan atau bagaimana mereka akan memulai pekerjaan mereka di lapangan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Opini – Jepang tanggalkan citra "kebijakan yang secara eksklusif berorientasi pada pertahanan"
Indonesia
•
03 Apr 2026

Zelensky bersumpah tak akan bernegosiasi dengan Rusia selama Putin jadi presiden
Indonesia
•
01 Oct 2022

Hamas setujui proposal gencatan senjata saat Israel lancarkan operasi darat baru di Rafah
Indonesia
•
30 Mar 2025

Iftar dan i’tikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ditangguhkan selama Ramadhan
Indonesia
•
29 Mar 2021


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
