
Gula melonjak 11,9 persen, harga pangan dunia capai level tertinggi sejak 2022

Warga berbelanja di sebuah pasar swalayan di Paris, Prancis, pada 28 Agustus 2026. (Xinhua/Wu Huiwo)
Roma, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Indeks Harga Pangan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB berada di angka rata-rata 133,3 poin pada Agustus, naik 1,9 persen dari Juli dan 2,5 persen dari setahun sebelumnya, mencapai tingkat tertingginya sejak akhir 2022, demikian disampaikan FAO pada Jumat (4/9).
Kenaikan ini terjadi secara luas, dengan kelima indeks kelompok komoditas mengalami peningkatan.
Indeks Harga Gula FAO mencatat kenaikan terbesar, yakni melonjak 11,9 persen secara bulanan ke tingkat tertinggi sejak Juni 2025, di tengah kekhawatiran yang meningkat mengenai pasokan gula global untuk musim 2026-2027.
Cuaca panas dan kering di Uni Eropa (UE) serta sebagian wilayah Asia, penurunan produksi gula di Brasil, dan keputusan India untuk mengizinkan impor gula mentah bebas bea turut berkontribusi pada kenaikan tersebut.
Sementara itu, Indeks Harga Sereal FAO naik 2,2 persen pada Agustus ke tingkat tertinggi sejak Mei 2024.
Harga gandum meningkat 2,6 persen, didorong oleh gangguan yang terus berlanjut pada logistik ekspor di kawasan Laut Hitam, penurunan prospek produksi di sebagian wilayah Eropa akibat cuaca panas dan kering, serta pelemahan nilai tukar dolar AS.
Harga jagung naik 2,5 persen di tengah kekhawatiran mengenai hasil panen di sebagian wilayah Amerika Serikat dan UE, kuatnya permintaan dari sektor etanol dan pakan ternak, serta gangguan terhadap ekspor Ukraina.
Indeks Harga Minyak Nabati naik 0,6 persen ke level tertingginya sejak Juni 2022, menandai kenaikan bulanan ketiga berturut-turut.
Indeks Harga Daging meningkat 1,0 persen, didorong oleh kenaikan harga daging unggas, babi, dan domba, sedangkan Indeks Harga Produk Susu naik 2,3 persen, yang menjadi kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir.
Meskipun terjadi kenaikan pada Agustus, Indeks Harga Pangan FAO tetap 16,8 persen di bawah level tertinggi yang tercatat pada Maret 2022, ungkap FAO.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak stabil di tengah kekhawatiran perlambatan permintaan China
Indonesia
•
18 Apr 2022

Kelangkaan pekerja picu persaingan bisnis antarnegara bagian di AS
Indonesia
•
16 Jun 2022

Industri NEV China pecahkan rekor ‘output’ baru, capai 20 juta unit kendaraan
Indonesia
•
05 Jul 2023

PDB Taiwan tumbuh, peluang kerja sama dengan Indonesia meningkat di tengah pandemik
Indonesia
•
27 Aug 2020


Berita Terbaru

IMF proyeksikan ekonomi global tumbuh 3,1 persen pada 2026, AI jadi penopang
Indonesia
•
13 Oct 2026

OPEC pangkas proyeksi minyak 2026 dari 400.000 menjadi 200.000 barel per hari
Indonesia
•
14 Oct 2026

IMF peringatkan harga energi tetap tinggi, minyak diproyeksi bertahan di level 100 dolar AS hingga 2027
Indonesia
•
08 Oct 2026

Investasi AI dongkrak ekonomi ASEAN+3, proyeksi pertumbuhan 2027 naik jadi 4,1 persen
Indonesia
•
07 Oct 2026
