Teknologi digital bantu perlindungan Gua Yungang di China utara

Gua Yungang di Datong, China, merupakan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang memiliki lebih dari 50.000 patung Buddha yang terbuat dari batu. (Xinhua)
Gua Yungang di Datong, China, merupakan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang memiliki lebih dari 50.000 patung Buddha yang terbuat dari batu.
Taiyuan, China (Xinhua) – Gua Yungang di Datong, China, merupakan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang memiliki lebih dari 50.000 patung Buddha yang terbuat dari batu.Gua Yungang dianggap sebagai puncak dari kesenian Buddhis China dan mewakili level tertinggi dalam seni pahatan di dunia pada abad ke-5.Saat ini, teknologi digital membantu perlindungan situs warisan tersebut."Bagian menantang dari pekerjaan ini adalah sifatnya yang membutuhkan ketelitian tinggi, seperti merajut sweter,” ujar peneliti dari pusat perlindungan digital Institut Penelitian Yungang, Pan Peng, baru-baru ini.“Kami terutama menggunakan tiga metode untuk digitalisasi gua,” imbuhnya.Metode pertama melibatkan pemindai laser tiga dimensi (3D) genggam, yang sebagian besar digunakan untuk menangkap model geometris 3D yang akurat dari seluruh gua.Metode kedua menggunakan pemindai laser 3D stasioner, yang menyediakan kontrol spasial skala besar untuk seluruh gua. Data yang dikumpulkannya adalah data point cloud, yang nantinya dapat digunakan untuk menghasilkan model 3D.Metode ketiga adalah fotografi, yang menangkap informasi tekstur seluruh gua. “Karena data yang dikumpulkan oleh pemindaian laser tidak berwarna, kami menggunakan fotografi untuk mendapatkan informasi warna. Ketiga jenis data ini kemudian diintegrasikan, dan pada akhirnya membentuk sebuah model 3D berwarna,” jelas Pan Peng.Bagian menantang dari pekerjaan ini adalah sifatnya yang membutuhkan ketelitian tinggi, seperti merajut sweter. Saat melakukan pemindaian, tidak selalu memungkinkan untuk menangkap semua aspek secara langsung, khususnya di bagian-bagian yang sulit dijangkau. Ini memerlukan pemindaian dan pemrosesan yang dilakukan berulang-ulang.“Gua terpanjang yang pernah saya pindai sejauh ini adalah Gua 19, yang cukup besar dan memiliki dua gua samping, yang secara efektif membuatnya menjadi tiga gua. Pengumpulan datanya saja membutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan," pungkas Pan Peng.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Sejumlah fasilitas observasi astronomi baru didirikan di China barat laut
Indonesia
•
01 May 2023

Studi baru ungkap dinamika ‘permafrost’ dan dampak iklim di padang rumput alpin
Indonesia
•
12 Jun 2024

Hutan habitat pohon yang terancam punah ditemukan di China barat daya
Indonesia
•
23 Jun 2024

Muatan ilmiah dari satelit ‘reusable’ dan ‘returnable’ pertama China dikirim ke pengguna
Indonesia
•
25 Oct 2024
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026
