
Fosil panda raksasa kembali ditemukan di gua terpanjang di Asia

Foto yang diabadikan pada 11 Oktober 2024 ini menunjukkan para ilmuwan bekerja di jaringan gua Shuanghe di Suiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Zhao Fei)
Gua Shuanghe memiliki sistem gua yang berkembang dengan baik dan menyediakan lingkungan yang mendukung pelestarian fosil.
Guiyang, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China menemukan sebuah fosil panda raksasa dalam ekspedisi yang baru-baru ini dilakukan di Gua Shuanghe di wilayah Suiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya.Penemuan mereka menjadi fosil panda raksasa ke-47 yang ditemukan di gua tersebut, menurut tim peneliti.Wang Deyuan, seorang asisten peneliti di Akademi Ilmu Pengetahuan Guizhou sekaligus kepala ekspedisi itu, mengatakan bahwa Gua Shuanghe memiliki sistem gua yang berkembang dengan baik dan menyediakan lingkungan yang mendukung pelestarian fosil.Fosil panda raksasa menyediakan sumber daya yang dapat diandalkan untuk penelitian terkait evolusi ukuran spesies, dan DNA purba yang ditemukan dalam fosil-fosil ini dapat memberikan wawasan tentang kebiasaan makan dan evolusi genetik panda raksasa, serta perubahan iklim purba dan lingkungan purba di Gua Shuanghe, ujar Wang.Sebanyak 23 ekspedisi ilmiah gabungan internasional telah dilakukan di Gua Shuanghe sejak akhir 1980-an. Total ada 47 fosil panda raksasa yang berhasil ditemukan di gua tersebut sejak 2003, dengan fosil tertua berusia setidaknya 100.000 tahun dan yang termuda berusia beberapa ratus tahun.Gua Shuanghe memiliki panjang total 437,1 kilometer, menjadikannya gua terpanjang di Asia dan terpanjang ketiga di dunia.Sebagai gua dolomit terpanjang dengan area mineral celestine terbesar di dunia, Gua Shuanghe disebut sebagai ‘museum gua alami karst’. Sejak 1988, para peneliti dan penjelajah internasional telah melakukan 22 investigasi ilmiah di gua ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ikan paus lindungi Bumi dari perubahan iklim
Indonesia
•
18 Feb 2020

'Rover' Curiosity milik NASA genapi 4.000 hari jelajahi Mars
Indonesia
•
08 Nov 2023

Peneliti Singapura kembangkan model berbasis AI untuk prediksi kambuhnya kanker hati
Indonesia
•
22 Jul 2025

Shanghai berencana tingkatkan jangkauan 5G
Indonesia
•
21 Nov 2022


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
