PBB Peringatkan tentang anggapan perampasan massal sebagai hal yang normal di Gaza

Pengungsi Palestina menunggu bantuan makanan gratis di sebuah pusat distribusi makanan di Gaza City pada 14 Juli 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Gempuran serangan setiap hari, kematian yang seharusnya dapat dicegah, kekurangan bahan bakar yang kian parah, pengungsian, dan keputusasaan telah menormalisasi perampasan massal terhadap warga Gaza.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Gempuran serangan setiap hari, kematian yang seharusnya dapat dicegah, kekurangan bahan bakar yang kian parah, pengungsian, dan keputusasaan telah menormalisasi perampasan massal terhadap warga Gaza, demikian diungkapkan badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (18/7).Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa pihak berwenang Israel telah kembali mengeluarkan perintah pengungsian baru, kali ini untuk beberapa daerah di Gaza utara. Selain itu, juga ada laporan-laporan yang sangat mengkhawatirkan tentang anak-anak dan orang dewasa yang mengalami kekurangan gizi di rumah-rumah sakit yang hanya memiliki sedikit sumber daya untuk merawat mereka.
Warga Palestina membawa barang-barang mereka dan mengungsi dari area permukiman al-Tuffah di Gaza City timur pada 29 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Hamas sebut perlintasan Rafah dibuka kembali pekan depan, 200.000 orang kembali ke Gaza utara
Indonesia
•
11 Oct 2025

Hari ke-11 konflik, ratusan orang tewas dalam pengeboman rumah sakit di Gaza
Indonesia
•
18 Oct 2023

Panda raksasa tertua di Jepang mati pada usia 28 tahun
Indonesia
•
02 Apr 2024

Sedikitnya 43 orang tewas dalam kebakaran dahsyat di gedung bertingkat di ibu kota Bangladesh
Indonesia
•
01 Mar 2024
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Australia pantau ketat wabah virus Nipah
Indonesia
•
30 Jan 2026
