Gelombang panas parah akan picu kebakaran hutan ekstrem di Victoria, Australia

Orang-orang menikmati pemandangan matahari terbenam di Pantai Port Melbourne di Melbourne, Australia, pada 10 Januari 2025. (Xinhua/Ma Ping)

Kondisi panas dan berangin yang diperkirakan bakal melanda Negara Bagian Victoria, Australia akan memunculkan kembali bahaya kebakaran hutan ekstrem.

 

Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Pihak berwenang di Negara Bagian Victoria, Australia, pada Kamis (22/1) mengeluarkan peringatan terkait gelombang panas parah yang diperkirakan akan mulai pada Sabtu (24/1), dengan suhu di daerah pedesaan diperkirakan akan mendekati rekor tertinggi.

Dalam konferensi pers di Melbourne pada Kamis sore waktu setempat, Komisioner Manajemen Kedaruratan Victoria Tim Wiebusch mengatakan kondisi panas dan berangin yang diperkirakan bakal melanda negara bagian itu mulai Sabtu akan memunculkan kembali bahaya kebakaran hutan ekstrem.

Menurut prakiraan Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology) Australia, suhu maksimum di Melbourne diperkirakan akan mencapai 40 derajat Celsius pada Sabtu dan 42 derajat Celsius pada Selasa (27/1).

Country Fire Authority (CFA) telah mengumumkan tingkat bahaya kebakaran hutan ekstrem untuk wilayah barat dan barat daya Victoria pada Sabtu, serta untuk wilayah timur laut negara bagian tersebut pada Ahad (25/1).

Berbicara bersama Wiebusch, meteorolog senior biro tersebut, Kevin Parkyn, mengatakan "kubah panas" akan berada di atas Victoria, dengan banyak pusat regional diperkirakan akan mendekati rekor suhu maksimum sepanjang masanya.

Hal ini terjadi setelah gelombang panas parah pada awal Januari menyebabkan krisis kebakaran hutan yang meluas di Victoria, dengan lebih dari 400.000 hektare lahan terbakar dan lebih dari 1.000 bangunan rusak atau hancur, termasuk 434 rumah.

Wiebusch pada Kamis mengatakan tujuh kebakaran besar masih terus berkobar di berbagai tempat di Victoria, dengan tiga di antaranya masih belum terkendali.

Kepala CFA Jason Heffernan mengatakan kondisi kebakaran selama gelombang panas yang akan datang tidak akan separah kondisi bencana pada awal Januari, namun memperingatkan bahwa api tetap akan menyebar dengan cepat.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait