
Gelombang panas di Eropa semakin dramatis dengan rekor suhu tinggi dalam sejarah

Seorang wanita menyegarkan diri dengan air dari sebuah air mancur di Piazza del Popolo di Roma, Italia, pada 5 Agustus 2022. (Xinhua/Alberto Lingria)
Gelombang panas di Eropa dalam beberapa tahun terakhir akan lebih sering terjadi dan semakin intens, dan dampaknya akan dramatis, menyebabkan biaya perubahan iklim kemungkinan akan melampaui perkiraan sebelumnya.
Stockholm, Swedia (Xinhua) – Gelombang panas seperti yang menyelimuti Eropa dalam beberapa tahun terakhir akan lebih sering terjadi dan semakin intens, dan dampaknya akan dramatis, demikian disampaikan seorang pakar Swedia pada Rabu (4/1)."Sungguh mengkhawatirkan bahwa kita melihat dampak yang lebih mencengangkan dari yang kita yakini 10 tahun yang lalu," kata Mikael Karlsson, seorang lektor kepala ilmu lingkungan sekaligus dosen senior dalam kepemimpinan perubahan iklim di Universitas Uppsala, kepada Televisi Swedia (SVT) saat mengomentari gelombang panas belum lama ini yang mendorong suhu hingga lebih dari 19 derajat Celsius di Polandia dan Republik Ceko serta mendekati 17 derajat Celsius di Belanda.Tora Tomasdottir, seorang ahli meteorologi SVT, mengatakan bahwa begitu banyaknya rekor suhu yang dipecahkan dalam waktu sesingkat itu "sangat tidak biasa."
Seorang pria yang memakai payung berjalan di depan Museum Louvre di tengah gelombang panas di Paris, Prancis, pada 13 Juli 2022. (Xinhua/Gao Jing)
Sejumlah orang menikmati cuaca hangat di sepanjang tepi pantai di Nice, Prancis selatan, pada 3 Januari 2023. (Xinhua/Serge Haouzi)
Salju tebal menyelimuti halaman sebuah rumah dan area sekitarnya di Amherst, Erie County, Negara Bagian New York, Amerika Serikat (AS), pada 25 Desember 2022. Badai musim dingin dahsyat telah merenggut sedikitnya 23 nyawa di seantero AS hingga Sabtu (24/12/2022) malam waktu setempat, menurut NBC News. Outlet media tersebut melaporkan bahwa kasus kematian dilaporkan di negara bagian Oklahoma, Kentucky, Missouri, Tennessee, Wisconsin, Kansas, Nebraska, Ohio, New York, Colorado, dan Michigan. (Xinhua/Xuehong Lyu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jerman catat musim panas dengan durasi paparan sinar matahari terlama sejak 1951
Indonesia
•
31 Aug 2022

Acara peringatan untuk korban Pembantaian Nanjing dimulai di China
Indonesia
•
26 Nov 2022

Pasokan senjata dari AS dan Inggris perpanjang konflik bertahun-tahun di Yaman
Indonesia
•
12 Jan 2023

Xi sebut upaya bersama masyarakat berperan besar dalam pencapaian hubungan China-AS
Indonesia
•
11 Jan 2024


Berita Terbaru

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026

Angka kematian anak balita turun lebih dari setengahnya sejak tahun 2000
Indonesia
•
19 Mar 2026

Idul Fitri 1447H – Warga Afghanistan bersiap sambut Idul Fitri di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
19 Mar 2026
