
Beijing terus catat peningkatan keanekaragaman hayati

Foto yang diabadikan pada 1 November 2022 ini menunjukkan pemandangan taman lahan basah nasional Danau Yeya (Bebek Liar) di Distrik Yanqing, Beijing, ibu kota China. (Xinhua/Ju Huanzong)
Garis pantai alami Beijing menyumbang 69,5 persen dari total garis pantai kota metropolitan itu tahun lalu sebagai hasil dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keanekaragaman hayati.
Beijing, China (Xinhua) – Garis pantai alami di Beijing menyumbang 69,5 persen dari total garis pantai kota metropolitan itu tahun lalu sebagai hasil dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keanekaragaman hayati, demikian disampaikan biro ekologi dan lingkungan kota tersebut pada Senin (22/5).Garis pantai alami umumnya adalah garis pantai perairan dengan karakteristik morfologi alami dan fungsi ekologis, yang memang alami atau menjadi alami setelah dilakukan renovasi dan restorasi. Garis pantai alami merupakan sebuah area kunci untuk interaksi ekosistem air dan darat, serta saluran penting bagi organisme.Tingkat retensi garis pantai alami dari sungai-sungai besar di Beijing, seperti Sungai Yongding, Sungai Chaobai, dan Sungai Wenyu, telah dipertahankan di atas 75 persen selama dua tahun berturut-turut, yang menyediakan kondisi alam yang baik bagi perlindungan keanekaragaman hayati setempat, kata Cao Zhiping, seorang pejabat di Biro Ekologi dan Lingkungan Kota Beijing.Pada 2022, sebanyak 3.560 spesies tercatat dalam survei keanekaragaman hayati bertahap di Beijing, dan total 6.408 spesies tercatat dari 2020 hingga 2022.Menurut biro tersebut, Indeks Ekologi (Ecological Index) Beijing adalah 71,1 tahun lalu, dengan pertumbuhan secara tahunan (year on year) sebesar 0,4 persen, mencapai peningkatan yang stabil selama beberapa tahun berturut-turut, yang berarti kota itu memiliki kualitas lingkungan ekologis yang baik. Indeks Ekologi adalah sebuah indeks komprehensif yang mencerminkan kualitas lingkungan perkotaan, fungsi pola ruang ekologi, dan status keanekaragaman hayati.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi sebut Jerman terancam alami kerugian parah akibat perubahan iklim
Indonesia
•
07 Mar 2023

Arab Saudi akan gelar festival mainan terbesar di dunia
Indonesia
•
07 Nov 2021

Feature – Kisah dua mahasiswa Indonesia jajal kereta cepat, nikmati liburan Festival Musim Semi di China
Indonesia
•
07 Feb 2026

Melihat perkebunan sawit melalui “Human In Oil”
Indonesia
•
26 Nov 2019


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
