
Kepala ECB serukan peningkatan integrasi perdagangan di tengah ketegangan perdagangan AS-UE

Foto yang diabadikan pada 4 Oktober 2024 ini menunjukkan gedung Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Friksi perdagangan yang meruncing dapat memperlambat pertumbuhan zona euro hingga setengah poin persentase dan menaikkan inflasi.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Christine Lagarde pada Kamis (20/3) mendesak integrasi perdagangan yang lebih besar dengan seluruh dunia untuk mengatasi dampak ekonomi dari eskalasi ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE).Dalam sebuah dengar pendapat di Komite Urusan Ekonomi dan Moneter Parlemen Eropa di Brussel, Lagarde mengatakan bahwa friksi perdagangan yang meruncing dapat memperlambat pertumbuhan zona euro hingga setengah poin persentase dan menaikkan inflasi.Zona euro, yang sangat terbuka terhadap perdagangan dan sangat terintegrasi ke dalam rantai pasokan global, terutama dengan AS, "sangat terdampak oleh berbagai perubahan dalam kebijakan-kebijakan perdagangan," kata Lagarde.
Foto yang diabadikan pada 30 Januari 2025 ini menunjukkan kantor pusat Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) di Frankfurt, Jerman. (Xinhua/Zhang Fan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Raksasa retail Indonesia kembali tunjukkan kehadiran signifikan di Canton Fair
Indonesia
•
20 Apr 2024

UNWTO: Pariwisata internasional akan capai level prapandemi pada 2024
Indonesia
•
20 Jan 2024

China tangani lebih dari 2,13 miliar paket saat liburan Tahun Baru
Indonesia
•
04 Jan 2023

BUMN Indonesia bangun infrastruktur di Kongo
Indonesia
•
15 Oct 2020


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
