Forum penerjemahan dan penerbitan sastra China-Indonesia perkuat pertukaran budaya kedua negara

Penerjemah, pengajar bahasa Mandarin, dan mahasiswa menghadiri Forum Penerjemahan dan Penerbitan Sastra China-Indonesia keempat di Universitas Al-Azhar Indonesia, di Jakarta, pada 26 September 2024. (Xinhua)
Forum Penerjemahan dan Penerbitan Sastra China-Indonesia keempat digelar di Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), yang diharapkan dapat memperkuat kerja sama pertukaran budaya antara kedua negara.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Forum Penerjemahan dan Penerbitan Sastra China-Indonesia keempat digelar di Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) pada Kamis (26/9). Kegiatan penerjemahan diharapkan dapat memperkuat kerja sama pertukaran budaya antara kedua negara."Kami berharap seminar ini dapat menghasilkan peningkatan kesepahaman di masa mendatang, khususnya antara Indonesia dan China," ujar Wakil Presiden Pusat Bahasa Mandarin UAI Murni Djamal dalam pidatonya.Peserta forum itu antara lain mencakup penerjemah, pengajar bahasa Mandarin, penerbit, hingga mahasiswa. Forum tersebut mengadakan seminar-seminar dengan berbagai topik, seperti penerjemahan cerita rakyat Indonesia ke dalam bahasa Mandarin, penggunaan buku anak sebagai media promosi budaya, hingga penerjemahan puisi berbahasa Mandarin.Salah satu karya terjemahan yang telah diterbitkan oleh Pusat Bahasa Mandarin UAI adalah buku yang berisi kumpulan cerita rakyat Indonesia dalam bahasa Mandarin.Buku yang merupakan hasil kerja sama dengan Fujian Normal University ini telah dicetak lebih dari 2.000 eksemplar untuk jilid pertama dan kedua. Secara total, buku tersebut berisi sekitar 40 cerita rakyat Indonesia berbahasa Mandarin.Pada awalnya, buku ini hanya menyasar kalangan pembaca di China, dengan harapan mereka dapat lebih memahami budaya lokal Indonesia. Namun demikian, karya ini juga mulai disebar ke sekolah-sekolah di dalam negeri sebagai bahan ajar bahasa Mandarin.Di sisi lain, Feri Amsori yang merupakan direktur Pusat Bahasa Mandarin UAI, menyebut kegiatan penerjemahan bahasa Mandarin di Indonesia saat ini tergolong sangat minim. Pemerintah didorong membuka lebih banyak program studi khusus penerjemahan di berbagai perguruan tinggi di dalam negeri."Penerjemahan ini menjadi salah satu elemen penting agar kedua bangsa bisa saling bekerja sama lebih dalam," tutur Feri.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Keluarga pribumi hadapi risiko tertinggi alami kerawanan pangan di Kanada
Indonesia
•
15 Nov 2023

Simpanse di Spanyol terpilih jadi finalis Penghargaan Kepribadian Unik Satwa Liar
Indonesia
•
07 Sep 2023

Anak lahir dari orangtua yang tak dikenal di Arab Saudi langsung jadi warga negara
Indonesia
•
21 Jan 2021

Feature – Tukang kayu Palestina ini buatkan sandal kayu untuk anak-anak pengungsi di Gaza
Indonesia
•
21 Sep 2024
Berita Terbaru

Penyelenggara sebut 1.500 relawan China terlibat di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026
Indonesia
•
19 Feb 2026

Ramadan 1447 – Warga Palestina bersiap hadapi ‘Ramadan kelabu’ di tengah eskalasi kekerasan dan ketegangan di Gaza dan Tepi Barat
Indonesia
•
17 Feb 2026

Usai cedera dan pensiun, duo seluncur indah China Sui/Han duduki posisi ke-5 di Milan-Cortina 2026
Indonesia
•
18 Feb 2026

Rangkuman – Hari ke-11 Milan-Cortina 2026: China cetak sejarah di seluncur cepat, Norwegia terus mendominasi perolehan medali
Indonesia
•
18 Feb 2026
