
Fokus Berita – Indonesia punya sumber daya, China punya teknologi: Energi baru jadi titik temu dua negara

Para pengunjung mengamati papan informasi di area ekshibisi Indonesia pada Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) China 2026 di Kota Taiyuan, Provinsi Shanxi, pada 4 September 2026. (Xinhua/Chen Zhihao)
Taiyuan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Mulai dari pembangkit listrik fotovoltaik (PV) terapung di waduk hingga proyek tenaga surya berbasis darat, serta dari peralatan energi baru hingga rantai pasokan industri tenaga surya, China dan Indonesia terus mengakselerasi kerja sama di sektor energi baru. Kolaborasi kedua negara kini berkembang dari tahap penjajakan awal menuju implementasi proyek secara konkret.
Pada Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) China 2026 yang baru-baru ini digelar, delegasi Indonesia untuk pertama kalinya berpartisipasi di ajang tersebut. Energi baru menjadi topik utama yang dibahas perusahaan-perusahaan dari kedua negara.
Qiu Xingyi, perwakilan peserta pameran dari Indonesia, mengatakan bahwa China dan Indonesia memiliki potensi besar untuk bekerja sama di sektor energi baru, seperti tenaga angin dan fotovoltaik, selain batu bara.
Menurut Qiu, dalam beberapa tahun terakhir perusahaannya telah membantu sejumlah perusahaan China mengembangkan bisnis energi baru di Indonesia.
Provinsi Shanxi, tempat pameran tersebut digelar, merupakan provinsi penghasil energi utama di China dan tengah aktif mendorong transisi energi serta meningkatkan porsi energi baru dalam sistem energinya.
Pada 2025, kapasitas terpasang energi baru dan energi bersih di Shanxi mencapai 90,48 juta kilowatt, meningkat 18,29 juta kilowatt secara tahunan. K
apasitas tersebut menyumbang 55,1 persen dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik di provinsi itu dan untuk pertama kalinya melampaui pembangkit listrik tenaga batu bara.
"Kami berharap dapat memanfaatkan pameran ini untuk menemukan lebih banyak teknologi dan produk energi baru yang dapat diterapkan di Indonesia," kata Liu Chen Zhi, perwakilan dari sebuah perusahaan energi Indonesia.
Area ekshibisi khusus untuk energi baru dan sistem tenaga listrik baru juga disediakan di pameran tersebut untuk menampilkan teknologi, peralatan, produk, dan model bisnis terbaru di sektor energi baru. Area ini menarik banyak ekshibitor dari Indonesia untuk melakukan pertukaran dan konsultasi.
Indonesia kaya akan sumber daya energi terbarukan, termasuk tenaga surya, tenaga air, dan energi panas bumi. Sementara itu, China memiliki kemampuan industri yang kuat dalam manufaktur peralatan energi baru, pembangunan proyek, penyimpanan energi, dan pengoperasian digital.
Xu Zaishan, wakil ketua eksekutif Indonesia China Business Council (ICBC), mengatakan Indonesia berharap dapat memanfaatkan teknologi China yang telah matang untuk mengembangkan berbagai proyek terkait.
"Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kebutuhan energi yang sangat besar, tetapi porsi energi baru dalam bauran energinya masih relatif rendah. Sementara itu, China telah mengembangkan teknologi yang relatif matang di sektor energi baru. Di sinilah kedua negara dapat menemukan peluang kerja sama," ujar Xu.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah proyek energi baru yang melibatkan perusahaan China telah mulai beroperasi di Indonesia.
Proyek PV terapung Cirata di Jawa Barat yang dibangun oleh PowerChina memiliki total kapasitas terpasang 192 megawatt dan merupakan salah satu proyek tenaga surya terapung unggulan di Indonesia dan Asia Tenggara.
Proyek tersebut berhasil terhubung ke jaringan listrik dengan kapasitas penuh pada 2023 dan sejak saat itu memasok listrik bersih ke jaringan listrik Jawa-Madura-Bali. Proyek tersebut juga berkontribusi terhadap pelatihan keterampilan dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Pada 2024, proyek PV Karawang berkapasitas 100 megawatt di Indonesia yang dibangun oleh perusahaan China secara resmi diserahterimakan untuk dioperasikan.
Proyek ini dapat menghasilkan lebih dari 150 juta kilowatt-jam listrik bersih per tahun, memenuhi kebutuhan listrik tahunan sekitar 112.000 rumah tangga, serta mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 114.700 ton. Pembangunannya juga menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Kerja sama juga semakin meluas ke rantai pasokan industri energi baru. Pada Agustus 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia melakukan pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan PV tenaga surya dalam kunjungannya ke China guna menjajaki perluasan kerja sama di bidang rantai industri dan ekosistem tenaga surya.
Pemerintah Indonesia mengatakan pihaknya berharap dapat mempercepat pengembangan sel surya, modul, penyimpanan energi, serta industri terkait melalui masuknya investasi dan teknologi.
Kerja sama industri juga berkembang dari pembangunan proyek menuju manufaktur.
Menurut informasi yang dirilis Kantor Ekonomi dan Komersial Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Republik Indonesia, industri-industri dengan investasi China, seperti baterai energi baru dan kendaraan listrik, berkembang pesat. Perkembangan tersebut membantu Indonesia secara bertahap beralih dari eksportir bahan mentah menjadi basis global penting untuk pengolahan logam dan industri energi baru.
Pada tingkat kebijakan, kerja sama energi baru antara China dan Indonesia juga terus mendapat dukungan. Dalam Forum Energi China-Indonesia ketujuh yang digelar pada September 2024, kedua pihak menyatakan akan memperkuat kerja sama di bidang energi terbarukan dan teknologi energi baru sembari memperkokoh kerja sama energi tradisional.
Pihak Indonesia mengatakan akan mengoptimalkan potensi besar negara tersebut di sektor energi bersih, termasuk fotovoltaik, tenaga angin, dan tenaga air. Indonesia juga menyatakan harapan untuk semakin memperkuat pertukaran dan kerja sama dengan China di bidang energi bersih dan rendah karbon.
Sejumlah pelaku industri mengatakan bahwa seiring semakin dalamnya kerja sama China-Indonesia dalam teknologi, rantai industri, dan sumber daya manusia di sektor energi baru, kerja sama tersebut diharapkan akan berkembang melampaui proyek-proyek individual menuju koordinasi yang lebih luas di seluruh rantai industri. Hal ini akan menciptakan lebih banyak peluang bagi transisi energi Indonesia dan pengembangan perusahaan energi baru China di kancah global.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenkop targetkan 20 juta UMKM masuk ekosistem digital pada 2022
Indonesia
•
01 Feb 2022

Neraca perdagangan Indonesia surplus 2,33 miliar USD di bulan Agustus
Indonesia
•
16 Sep 2020

Indonesia jajaki bisnis sembilan sektor prioritas dengan Australia
Indonesia
•
12 Oct 2020

PM Malaysia serukan persatuan ASEAN untuk hadapi perdagangan yang dijadikan senjata
Indonesia
•
11 Jul 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kuasai 60 persen ekonomi dunia, keterbukaan dan inovasi jadi kunci pertumbuhan Asia-Pasifik
Indonesia
•
09 Sep 2026

China-Indonesia naik kelas di sektor energi, dari perdagangan batu bara ke teknologi tambang
Indonesia
•
09 Sep 2026

Trump balas tarif Kanada: Produk negeri ‘Maple Leaf’ dihapus dari kontrak pemerintah AS
Indonesia
•
09 Sep 2026

Fokus Berita – Rumput Laut Indonesia jadi sumber pendapatan ganda: Komoditas dan kredit karbon
Indonesia
•
09 Sep 2026
