
Fokus Berita – Delegasi pemuda Indonesia tinjau teknologi manufaktur canggih China, dari alat berat hingga mobil listrik

Delegasi Indonesia mengunjungi Taiyuan Heavy Machinery Group di Provinsi Shanxi, China utara, pada 28 Oktober 2026. (Xinhua)
Taiyuan, China (Xinhua/Indonesia Window) – "Kunjungan langsung ke perusahaan-perusahaan manufaktur kelas atas di China memberikan gambaran intuitif mengenai kekuatan industri dan peningkatan berbasis kecerdasan yang mereka lakukan, sekaligus menawarkan gagasan baru bagi pengembangan infrastruktur dan properti di Indonesia," kata David Liang, pendiri sekaligus CEO Crisanta, sebuah perusahaan pengembang real estat dan properti.
Baru-baru ini, sebuah delegasi pemuda Indonesia mengunjungi dua perusahaan manufaktur terkemuka di Provinsi Shanxi untuk meninjau pencapaian di bidang manufaktur cerdas, menyelaraskan kebutuhan kerja sama industri, serta menjajaki peluang baru bagi kolaborasi praktis antara China dan Indonesia.
Sebagai bagian inti dari Program Pertukaran/Kunjungan Pemuda Indonesia-Shanxi yang pertama, kunjungan industri ini mengumpulkan para delegasi dari sektor teknik, properti, pendidikan, hukum, dan sektor lainnya, dengan tujuan menyelaraskan tren ekspansi industri China ke negara lain dengan kebutuhan pembangunan dalam negeri Indonesia serta mengidentifikasi bidang-bidang di mana industri kedua negara saling melengkapi.
Di Taiyuan Heavy Machinery Group, delegasi tersebut memperoleh gambaran menyeluruh mengenai keunggulan pengembangan perusahaan serta hasil transformasi cerdasnya.
Area ekshibisi manufaktur cerdas memamerkan sistem penelitian dan pengembangan (litbang) digital, solusi pengoperasian jarak jauh berbasis 5G, serta alat pengangkat di pelabuhan, yang memperlihatkan kemajuan luar biasa perusahaan itu dalam transisi dari manufaktur tradisional menuju produksi cerdas.
Setelah mengetahui bahwa produk perusahaan tersebut telah diekspor ke lebih dari 70 negara dan kawasan, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar luar negeri utama, para delegasi berfokus pada bidang-bidang kerja sama yang relevan dan mencoba mengoperasikan alat berat melalui perangkat simulasi. Mereka terkesan dengan iterasi teknologi yang pesat di sektor industri China.
Delegasi tersebut kemudian mengunjungi basis produksi Geely Auto di Jinzhong, yang merupakan pabrik pintar percontohan bagi industri kendaraan energi baru di Shanxi.
Basis tersebut mengintegrasikan berbagai proses inti, termasuk pencetakan, pengelasan, dan perakitan akhir, dengan menerapkan sistem produksi digital dan fleksibel. Sistem kembaran digital (digital twin) memungkinkan kontrol visual menyeluruh terhadap seluruh tahapan proses produksi.
Sementara itu, inspeksi visual berbasis kecerdasan buatan (AI) dan pengoperasian peralatan cerdas telah diterapkan secara mendalam, memberikan pemahaman intuitif kepada para delegasi mengenai tingkat kecanggihan industri otomotif China.
Para delegasi mengamati dari dekat lini produksi otomatis melalui jalur khusus pengunjung.
Muhammad Rodli Kaelani, wakil ketua Asosiasi Pemuda Tionghoa Indonesia, menunjukkan ketertarikan besar dengan beberapa kali berhenti untuk memotret aktivitas produksi serta mengamati struktur bodi kendaraan di area pemajangan kendaraan. Dia terkesan dengan efisiensi dan presisi manufaktur cerdas tersebut.
Mulai dari alat berat hingga kendaraan energi baru, peningkatan cerdas pada sektor manufaktur Shanxi mendapatkan apresiasi tinggi dari delegasi tersebut.
Mereka berharap kunjungan ini dapat menjadi batu loncatan untuk mendorong kerja sama mendalam antara Indonesia dan Shanxi di bidang konstruksi teknik, pengembangan real estat, pendidikan, dan bidang-bidang lainnya, sehingga kedua pihak dapat saling melengkapi keunggulan dan memperoleh manfaat bersama.
Aswen Susisyo Utomo, wakil sekretaris jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia-China (PPIT) sekaligus ketua delegasi, mengatakan bahwa kunjungan tersebut membawa para pemuda berprestasi dari berbagai kalangan di Indonesia ke Shanxi untuk membangun jembatan pertukaran pemuda yang berkelanjutan antara kedua pihak.
Dia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi titik awal baru untuk mempererat interaksi antarpemuda, pembelajaran timbal balik dalam bidang budaya, dan kerja sama praktis.
Dengan demikian, generasi muda kedua negara dapat menjalin ikatan yang lebih erat dan bekerja sama secara erat, sehingga persahabatan China-Indonesia dapat diwariskan dari generasi ke generasi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dikecualikan dari WHO, Taiwan sukses tangani COVID-19
Indonesia
•
22 Apr 2020

COVID-19 – Taiwan kenalkan asuransi kesehatan untuk pekerja migran
Indonesia
•
17 Nov 2021

Musim flu di AS tiba lebih awal dan berlangsung lebih parah
Indonesia
•
02 Nov 2022

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026


Berita Terbaru

Feature – Ada 323 juta lansia di China, kursus AI dan teknologi ‘drone’ jadi tren baru masa pensiun
Indonesia
•
05 Nov 2026

Feature – Delegasi pemuda Indonesia rasakan warisan budaya takbenda di Shanxi, China
Indonesia
•
05 Nov 2026

Belajar bahasa Mandarin membuka pintu studi dan karier bagi generasi muda Indonesia
Indonesia
•
04 Nov 2026

Feature – Menelusuri warisan pedagang Shanxi, pemuda Indonesia belajar nilai integritas dan kepercayaan
Indonesia
•
04 Nov 2026
