
Feature – Si miskin Zhang Xue ciptakan sepeda motor balap yang menangkan kejuaraan dunia

Zhang Xue (tengah) berfoto bersama pembalap sepeda motor ZXMotor di Australia pada 20 Februari 2026. (Xinhua)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Pada 28 Maret 2026, di Sirkuit Internasional Portimão Algarve di Portugal, di bawah terik matahari dan di tengah deru mesin yang memekakkan telinga, Kejuaraan Dunia Superbike WSBK sedang berlangsung.
Area lintasan dipenuhi oleh berbagai sepeda motor terkenal dunia. Namun, sebuah sepeda motor asal China yang sebelumnya tidak dikenal, berlomba dengan gigih, mengalahkan Ducati, Kawasaki, dan Yamaha, mengamankan gelar juara dengan keunggulan hampir empat detik atas posisi kedua.
Ketika FIM (Fédération Internationale de l'Automobile) mengibarkan bendera kebangsaan berwarna merah dengan lima bintang untuk pertama kalinya, ribuan kilometer jauhnya di China, ada satu sosok yang menitikkan air mata.
"Saya telah menunggu 20 tahun untuk momen ini! Kita menang!"
Dia adalah Zhang Xue, pendiri ZXMotor, juara WSBK di Portimão Algarve.
Sang pengendara sepeda motor muda
Dua puluh tahun yang lalu, pada 2006, hujan deras mengguyur jalan raya di Provinsi Hunan, China selatan.
Sebuah sepeda motor butut melaju kencang menerobos hujan. Lumpur dan air membasahi seluruh tubuh si pengendara. Meski basah kuyup dan menggigil kedinginan, dia tak berhenti memutar setang gas, mengejar kendaraan wawancara kru televisi lokal.
Dia telah mengejarnya sejauh hampir 100 kilometer, tidak yakin berapa lama lagi dia harus mengejar.
Insiden itu dimulai ketika pemuda ini mendengar bahwa stasiun televisi lokal sedang merekam sebuah acara show tentang ‘orang-orang luar biasa dan kisah-kisah menarik.’ Karena menganggap dirinya sebagai pengendara sepeda motor yang tak tertandingi, dia terus menelepon stasiun televisi tersebut untuk melamar ikut serta.
Ketika wartawan benar-benar datang, dia tanpa alasan yang jelas terus terpental di depan kamera. Para produser pun memutuskan untuk pergi.
Pemuda itu cemas, dia melompat ke sepeda motor tuanya dan terus mengejar kendaraan kru televisi itu sejauh lebih dari 100 kilometer di tengah hujan deras.
Kendaraan itu akhirnya berhenti. Pemuda itu menyeka lumpur dari wajahnya dan berteriak kepada sutradara, "Tolong, izinkan saya mencoba sekali lagi!"
"Kau benar-benar ingin tampil di televisi?" kata sang sutradara.
Pemuda itu menggelengkan kepalanya. "Tampil di televisi tidaklah penting. Saya hanya berharap tim balap profesional dapat melihat saya di televisi dan mengizinkan saya bergabung dengan tim mereka. Asalkan saya bisa bergabung, saya bersedia mencuci pakaian, memasak, dan memperbaiki sepeda motor untuk tim. Saya bisa menanggung kesulitan apa pun!"
Inilah pertama kalinya Zhang Xue dikenal publik China.
Dibandingkan dengan pengusaha lain di China, Zhang Xue benar-benar berasal dari kelompok akar rumput, dari tingkatan yang paling bawah. Lahir pada 1987, dia melewati tahun-tahun awal kehidupan yang buruk.
Saat dirinya masih kecil, orang tua Zhang Xue bercerai, dan dia harus tinggal bersama neneknya di sebuah rumah bata lumpur reyot milik seorang kerabat. Setengah dari atapnya telah runtuh. Tempat tinggalnya memiliki curah hujan yang tinggi, dan rumah itu akan terendam banjir setiap kali hujan mengguyur.
Anak-anak dari keluarga miskin cenderung cepat dewasa. Pada usia 14 tahun, Zhang Xue, yang bahkan belum menyelesaikan sekolah menengah pertama, putus sekolah dan menjadi mekanik magang di bengkel reparasi sepeda motor.
Di bengkel inilah dia menemukan cinta sejatinya, sepeda motor. Bagi seorang anak laki-laki miskin dari pedesaan tanpa koneksi, tanpa uang, dan tanpa pendidikan, mungkin deru dan kecepatan sepeda motor berkapasitas besar adalah satu-satunya hal yang dapat membuatnya melupakan kerasnya realitas kehidupan.
Untuk membeli sepeda motornya sendiri, dia menginvestasikan seluruh tabungan berjumlah 8.000 yuan yang dengan susah payah dikumpulkannya selama bermagang ke sebuah Honda VFR400 bekas.
*1 yuan = 2.475 rupiah
Kondisi sepeda motor itu sangat buruk, jadi dia membongkar dan memperbaikinya sendiri. Dia bahkan tidur bersama sepeda motor itu pada malam hari, sehingga dijuluki "orang gila" oleh teman-temannya.
Jika mengikuti siklus kehidupan normal, kehidupan Zhang Xue kemungkinan besar akan diisi dengan usaha mencari uang, menabung, menikah, dan akhirnya menjadi pemilik toko sepeda motor biasa di sebuah daerah kecil.
Namun, hal yang paling menakjubkan tentang sejarah adalah bahwa manusia, dengan sekelebat gagasan, dapat dengan mudah mengubah mata pencaharian mereka.
Sekelebat gagasan Zhang Xue adalah: Aku ingin menjadi pembalap sepeda motor! Aku ingin mengendarai sepeda motor balap China ke sirkuit balap top dunia dan memenangkan kejuaraan!
Terdengar absurd, tetapi kenapa tidak? Terkadang, roda sejarah digerakkan oleh pikiran-pikiran absurd dan acak seperti itu.
Pada 2006, Zhang Xue, pada usia 19 tahun, akhirnya melihat kesempatannya mengubah nasibnya, yaitu momen mengejar mobil kru stasiun televisi di tengah hujan yang disebutkan sebelumnya.
Dia berkendara selama tiga jam nonstop di jalan pegunungan saat hujan, sampai akhirnya berhasil meyakinkan sutradara untuk memberinya waktu syuting selama satu jam.
Menurutnya, sutradara itu benar-benar dermawan. Meskipun dia hanya setuju untuk melakukan syuting selama satu jam, dia melakukannya selama satu hari penuh dan bahkan menemani Zhang Xue mengunjungi neneknya.
Pada akhirnya, rekaman ini diedit menjadi program berdurasi 18 menit, yang ditayangkan di televisi.
Taruhan Zhang Xue membuahkan hasil. Program ini menandai awal dari perjalanan yang mengubah segalanya.
Pada akhir program, rekaman Zhang Xue yang jatuh dan bangkit kembali berulang kali, bersama dengan seruannya "Jika kamu punya mimpi, raihlah!" menyentuh hati banyak penonton.
Jixing, pemimpin sebuah tim balap, menonton program tersebut dan mengundang Zhang Xue untuk menjadi pengemudi akrobat dan mekanik.
Namun, balapan benar-benar menguji bakat seseorang. Zhang Xue mungkin mahir memperbaiki sepeda motor, tetapi ketika tiba saatnya untuk benar-benar mengendarainya, latar belakangnya yang autodidak membuatnya sulit untuk melampaui para pembalap profesional yang telah mengendarai sepeda motor sejak kecil dan memiliki sponsor.
Kegagalan yang terus berulang membuat Zhang Xue mendapat sebuah ide: karena dia tidak bisa mengalahkan mereka, dia akan menciptakan sepeda motor yang bisa mengalahkan mereka!
Seorang pembuat sepeda motor yang fanatik
Untuk merakit sepeda motor, hanya ada satu tempat di seluruh China yang dapat memenuhi ambisinya, yaitu Chongqing, pusat industri sepeda motor.
Pada 2013, Zhang Xue yang berusia 26 tahun, pergi ke Chongqing dengan hanya 20.000 yuan di sakunya.
Karena kurangnya koneksi, dia mengunjungi pemasok satu per satu, menanyakan spesifikasi dan harga.
Karena kekurangan uang, istri Zhang Xue harus meminjam uang dari keluarganya demi membantu suaminya mewujudkan mimpinya.
Pada 2017, dengan rantai pasokan yang sudah mapan, Zhang Xue dan para mitranya mendirikan KOVE MOTO.
Filosofi pembuatan sepeda motor Zhang Xue sederhana: tenaga!
Lupakan eksterior mewah, hanya tenaga mentah!
Pada tahun-tahun berikutnya, sepeda motor performa tinggi Kove 500X, 321RR, dan 450RR diluncurkan satu demi satu, masing-masing dirancang khusus untuk para penggemar sepeda motor sejati, dan menerima ulasan yang sangat baik saat diluncurkan.
Dengan demikian, hanya dalam beberapa tahun, Kove tumbuh dari bengkel kecil menjadi merek domestik China terkemuka dengan penjualan tahunan 30.000 unit dan pendapatan ratusan juta yuan.
Zhang Xue sendiri menjadi tokoh terkemuka di dunia sepeda motor China. Kepribadiannya sangat unik: seorang pembuat sepeda motor fanatik yang murni, mahir secara teknis, sedikit keras kepala, dan didorong oleh gairah.
Namun, mimpi Zhang Xue bukanlah sekadar menjual sepeda motor di dalam negeri.
Dia tidak hanya ingin menciptakan sepeda motor, tetapi juga mesin berkapasitas besar untuk berkompetisi di Reli Dakar, WSBK, serta menantang Ducati dan Yamaha.
Pada 2023, Zhang Xue benar-benar tiba di Dakar. Meskipun tim Kove menjadi tim sepeda motor China pertama yang menyelesaikan balapan, mereka hanya berhasil menduduki peringkat ke-46.
Tentu saja Zhang Xue tidak puas dengan hasil ini. Dia mengusulkan kepada dewan direksi bahwa China harus mengembangkan sendiri mesin multisilinder berkapasitas besar!
Namun, dewan direksi memberikan pukulan telak.
Pada tahun tersebut, persaingan sengit telah menyebar ke pasar sepeda motor China. Penjualan anjlok, keuntungan merosot, dan investor tidak bisa tinggal diam.
Apa yang diinginkan modal? Uang tunai cepat, untuk membangun sepeda motor murah yang diberi label merek guna mengeruk keuntungan dari konsumen di pasar kelas menengah dan bawah.
Yang diinginkan Zhang Xue adalah menginvestasikan puluhan juta yuan setiap tahunnya dalam tim balap profesional dan mengembangkan mesin tiga silinder yang tidak akan menghasilkan keuntungan langsung.
Konflik mengenai arah strategis tidak dapat mencapai titik temu.
Pada Februari 2024, para pemegang saham utama bergabung, langsung mencopot Zhang Xue dari posisinya sebagai manajer umum dan mengangkatnya kembali sebagai wakil manajer umum yang bertanggung jawab atas penelitian dan pengembangan.
Langkah itu sama saja dengan mengatakan, Zhang Xue, Anda adalah insinyur yang baik, tetapi Anda tidak tahu cara menghasilkan uang. Mulai sekarang, Anda akan fokus pada penelitian dan pengembangan.
Jika itu orang lain, yang mendapat dividen senilai jutaan yuan dari perusahaan yang mereka dirikan, mereka mungkin akan menerimanya meski dengan enggan.
Namun dia adalah Zhang Xue, bocah liar yang dengan berani melaju tanpa kendali di tengah hujan deras saat berusia 19 tahun.
Kembali memulai bisnis
Pada 28 Februari 2024, Zhang Xue menyerahkan surat pengunduran diri dengan tulisan tangan, yang secara efektif memecat dirinya sendiri dari perusahaan yang telah dia dirikan.
Pada hari terakhirnya, gerimis mengguyur Chongqing. Zhang Xue mengenakan pakaian berkendara lama, menaiki motor 450RR yang telah dia rakit, dan sesaat sebelum mengenakan helm, dia menoleh ke belakang ke arah gedung yang familier. Matanya berkaca-kaca, tetapi dia dengan keras kepala menahan air matanya.
Dia mengunggah pesan di WeChat Moments: "Sebenarnya, aku masih sangat egois. Aku hanya memikirkan mimpiku sendiri, tetapi aku tetap harus bertanggung jawab atas hidupku. Jika kau bahkan tidak mencintai dirimu sendiri, bagaimana kau bisa mencintai orang lain atau dunia!"
Unggahan ini mendapat banyak like, tetapi lebih banyak lagi skeptisisme.
Bagaimana mungkin seorang pria paruh baya yang mendekati usia 40, tanpa pabrik, tanpa peralatan, dan bahkan tanpa banyak uang, bisa bangkit kembali?
Pada saat semua orang meremehkan Zhang Xue, para bos di rantai pasokan sepeda motor Chongqing justru menjadi pemurah hati.
Lebih dari sebulan setelah meninggalkan pekerjaannya, pada April 2024, ZXMotor, merek motor sepeda yang dinamai berdasarkan inisial namanya didirikan.
Karena kekurangan dana untuk suku cadang dan cetakan, Zhang Xue tanpa malu-malu mengetuk pintu para pemilik rantai pasokan di Chongqing, meminta kredit.
Pada saat itu, semangat gotong royong di kalangan industri manufaktur Chongqing terlihat jelas.
"Saya akan menolak kredit dari orang lain. Namun, jika Zhang Xue meminta kredit, saya akan memberikannya kepada Anda!" kata salah satu pemilik rantai pasokan.
Mengapa demikian? Karena mereka tahu Zhang Xue benar-benar ingin menciptakan sepeda motor kelas dunia yang dapat mengalahkan merek-merek asing.
Dengan komitmen teguh dari rantai pasokan, Zhang Xue mencurahkan semua ambisinya ke dalam sepeda motor supersport ini, yang diberi kode nama 820RR.
Di Eropa, dibutuhkan waktu setidaknya lima tahun bagi orang Italia untuk mengembangkan dan menyempurnakan sebuah sepeda motor.
Namun di Chongqing, berkat etos kerja Zhang Xue yang tak kenal lelah, prinsip "saya tidak akan tidur sampai masalah ini terpecahkan", dan kerja sama tanpa henti dari ratusan mitra rantai pasokan terkemuka China, sebuah monster industri, yang dilengkapi dengan mesin tiga silinder segaris 818,8cc berpendingin air yang dikembangkan sendiri, mengeluarkan deru dahsyat pertamanya setelah lebih dari setahun.
Selain memiliki performa yang menyaingi sepeda motor kelas dunia, harganya pun juga sangat terjangkau: 43.800 yuan! Kurang dari sepertiga harga Ducati atau Aprilia!
Pada Maret 2025, sepeda motor ZXMotor secara resmi mulai dikirim, dengan 800 unit dikirim pada bulan pertama, meningkat menjadi 1.800 unit pada April.
Kemudian, merek ini berhasil menarik perhatian para penanam modal, sehingga nilai ZXMotor mencapai lebih dari 1 miliar yuan.
Dengan amunisi yang cukup, Zhang Xue membawa motor balap 820RR-RS terbarunya ke sirkuit WSBK di Portugal, menantang para veteran internasional yang telah mendominasi lintasan selama puluhan tahun.
Tentu saja, bersamaan dengan deklarasi perang ini, dia membutuhkan seorang pembalap yang mampu mengendalikan motor buas ini.
Di dunia balap Eropa, ada seorang pembalap Prancis bernama Valentin Debis.
Dalam beberapa hal, Debis dan Zhang Xue memiliki kemiripan. Pria ini juga menyimpan mimpi untuk menjadi juara. Namun, setelah memasuki olahraga ini di usia remaja dan meniti karier dari bawah, hasilnya tetap biasa-biasa saja. Seiring bertambahnya usia, tim lamanya, Yamaha, akhirnya kehilangan kesabaran dan memecatnya.
Seorang penggemar pembuatan mobil yang terbuang dan seorang penggemar balap yang terbuang bertemu secara dramatis di persimpangan takdir ini.
Maka, kedua orang buangan yang berpikiran sama ini memutuskan untuk bergabung dan memberi tamparan keras pada para pria tua yang arogan itu.
Debis sempat mengalami serangkaian kesalahan teknis pada putaran pertama WSBK. Media Eropa mengejeknya, menyebut penampilannya sebagai "debut yang buruk bagi seorang veteran yang terbuang dan seorang pemula dari China".
Zhang Xue tetap memilih untuk memercayainya, memberinya sepeda motor balap yang disetel sempurna sebelum putaran kedua.
Di tangan Debis, 153,6 tenaga kuda dilepaskan, dan 820RR-RS mencapai kecepatan tertinggi lebih dari 280 km/jam di lintasan lurus, menghancurkan semua lawannya dengan selisih 4 detik untuk memenangkan kejuaraan!
Terpisah ribuan kilometer, kedua pria itu meneteskan air mata secara bersamaan.
Ini bukan hanya kisah tentang kuda berbakat yang bertemu dengan pemiliknya yang bijaksana, melainkan juga kisah tentang gairah.
Gairah datang sebelum segalanya, dan mengalahkan segalanya. Zhang Xue, seorang sosok dari kalangan bawah yang lahir dari latar belakang sederhana dengan cita-cita dan keyakinan, mengatasi semua kesulitan dan tantangan untuk mencapai impian hidupnya, dan kini telah menjadi idola nasional di China.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Warga Suriah tercekam saat Israel lancarkan serangan intens di Provinsi Hama
Indonesia
•
11 Sep 2024

IOC setujui 5 cabor tambahan di Olimpiade Los Angeles 2028
Indonesia
•
19 Oct 2023

China cabut pembatasan COVID bagi kedatangan internasional
Indonesia
•
28 Dec 2022

Kisah – Penyintas gempa Sichuan di China kini selamatkan korban gempa di Turkiye
Indonesia
•
17 Feb 2023


Berita Terbaru

Feature – Mau anak lebih cerdas, ajari bahasa ibu sejak dini
Indonesia
•
06 Apr 2026

Feature – Warga Indonesia di China rasakan kedekatan dengan budaya Qingming
Indonesia
•
06 Apr 2026

Universitas Tadulako Palu terima hibah 4.000 buku dari penerbit China
Indonesia
•
06 Apr 2026

Opini – Taiwan wujudkan visi WHO berantas Hepatitis C yang ancam kesehatan masyarakat
Indonesia
•
02 Apr 2026
