Feature – Hewan terancam punah ini kini menjadi bintang persiapan piala dunia 2026

Seorang staf memperlihatkan Koleksi Kartu TAP Piala Dunia FIFA 2026 di Stasiun Union Los Angeles, Amerika Serikat, pada 28 Mei 2026. (Xinhua/Zeng Hui)

Mexico City, Meksiko (Xinhua/Indonesia Window) – Maskot dari transformasi Mexico City menjelang Piala Dunia cukup unik, yakni seekor amfibi kecil yang terancam punah dengan senyuman menggemaskan bernama axolotl.

Menjelang Piala Dunia 2026, axolotl Meksiko banyak ditemukan di berbagai ruang publik ibu kota dalam warna ungu, kuning, dan merah muda. Jembatan penyeberangan pejalan kaki dicat ulang, terowongan lintas bawah dihiasi mural raksasa, dan kereta ringan yang melayani kawasan di dekat Stadion Mexico City diubah tampilannya menjadi sosok axolotl berwarna merah muda yang dikenal sebagai ‘The Axolotl’.

Sekilas, pilihan maskot ini tampak jelas. Axolotl merupakan hewan yang sangat identik dengan Meksiko, memiliki penampilan visual yang khas, dan sudah dikenal oleh banyak pengunjung asing.

Namun di Mexico City, tempat hewan aslinya sedang berjuang untuk bertahan hidup di jaringan kanal Xochimilco yang kondisinya rapuh, kemunculannya yang tiba-tiba sebagai simbol Piala Dunia juga memicu perdebatan yang lebih luas.

Berasal dari Meksiko tengah, axolotl adalah salah satu spesies paling dikenal di negara tersebut. Berbeda dengan kebanyakan amfibi, hewan ini mempertahankan ciri-ciri masa mudanya hingga dewasa, termasuk wajah yang bulat, mata lebar, dan insang eksternal berbulu yang membuatnya tampak hampir seperti karakter kartun.

Dalam mitologi Meksiko, axolotl dikaitkan dengan Xolotl, dewa dunia bawah sekaligus saudara kembar Quetzalcoatl, dewa ular berbulu burung. Di Meksiko modern, axolotl telah menjadi ikon budaya sekaligus simbol konservasi.

Gambar hewan ini terpampang pada bus wisata dan uang kertas pecahan 50 peso Meksiko. Kebun Binatang Chapultepec di pusat Mexico City memiliki fasilitas khusus axolotl yang menggabungkan area pengamatan publik dengan program penangkaran. Ibu kota ini juga memiliki museum khusus axolotl, yang menyediakan habitat bagi spesies tersebut dan menyelenggarakan berbagai kegiatan konservasi.

Kini, hewan tersebut juga menjadi bagian dari identitas visual kota itu untuk Piala Dunia.

Dalam perjalanan baru-baru ini menuju pusat kota tersebut, transformasi itu sulit untuk dilewatkan. Jembatan penyeberangan pejalan kaki tampak dicat dengan warna ungu dan kuning yang serasi, sementara mural-mural axolotl raksasa menghiasi terowongan lintas bawah di sepanjang Paseo de la Reforma, salah satu jalan utama kota tersebut. Beberapa permukaan jalan bahkan menampilkan desain bertema axolotl. Efeknya meriah, hidup, dan sedikit surealis.

Beberapa warga Meksiko merangkum fenomena tersebut hanya dalam dua kata, ‘Todo morado’ yang berarti ‘Semuanya ungu’.

Fenomena tersebut bahkan memiliki julukan tersendiri di kalangan masyarakat setempat, ‘ajolotizacion’, atau ‘axolotlization’, (axolotlisasi) yang merujuk pada upaya kota tersebut untuk mengubah ruang-ruang publik menjadi lanskap bertema axolotl dalam rangka menyambut Piala Dunia. Apa yang terdengar menyenangkan ini pun menjadi istilah dari diskusi yang lebih luas mengenai pengeluaran publik, estetika perkotaan, dan prioritas lingkungan.

Pada musim hujan, Mexico City sering kali terbangun dengan sinar matahari yang terik dan mengakhiri hari dengan hujan yang datang tiba-tiba, bahkan terkadang disertai hujan es. Vegetasi tropis tumbuh lebat dan hijau. Dengan latar seperti itu, dekorasi axolotl berwarna ungu, kuning, dan merah muda memberikan kecerahan teatrikal pada beberapa bagian kota, seolah-olah Piala Dunia telah lebih dulu hadir dalam bentuk skema warna.

Selain perubahan visual kota tersebut, persiapan juga mencakup perbaikan infrastruktur. Pada Maret tahun lalu, pemerintah kota meluncurkan kampanye untuk memperbaiki lebih dari 200.000 lubang jalan, diikuti oleh program pemeliharaan jalan senilai miliaran peso yang mencakup koridor-koridor jalan utama. Upaya itu meliputi pelapisan ulang permukaan jalan, perbaikan darurat, dan pekerjaan konstruksi pada malam hari.

Piala Dunia telah memperluas makna infrastruktur turnamen melampaui stadion. Jalan-jalan yang menghubungkan bandar udara (bandara), hotel, stadion, dan distrik wisata kini menjadi bagian dari presentasi kota tuan rumah kepada para pengunjung.

Di sekitar Stadion Mexico City, tempat pertandingan pembukaan akan digelar dalam waktu kurang dari 10 hari lagi, jalan-jalan telah diperbaiki dan ruang-ruang publik ditingkatkan. Otoritas kota menyatakan ratusan proyek pekerjaan umum sedang berlangsung di seluruh ibu kota itu.

Para pejabat kota memperkenalkan kampanye bertema axolotl sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperbaiki ruang publik menjelang ajang Piala Dunia FIFA 2026. Wali Kota Clara Brugada juga memperkenalkan Ajolotin, seekor axolotl bermahkota merah muda, sebagai maskot resmi kota untuk berbagai kegiatan terkait turnamen.

Di dekat Stadion Mexico City, otoritas setempat memasang patung axolotl setinggi sekitar tiga meter yang mengenakan jersey tim nasional Meksiko. Patung tersebut dengan cepat menjadi daya tarik populer bagi para penggemar sepak bola yang menghadiri pertandingan Liga MX.

Namun, bahkan simbol tersebut kini menimbulkan masalah. Kota itu memindahkan patung tersebut karena terlalu banyak orang yang berfoto dengannya, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas dan berbagai isu lainnya. Wali kota baru-baru ini berjanji bahwa "patung itu akan kembali".

Selesai

Penulis Xinhua: Tan Huiting

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait