Feature – Busana cheongsam China ramaikan tren baju Lebaran Indonesia tahun ini

Beberapa model baju Lebaran wanita bergaya cheongsam dipajang di sejumlah toko di Pasar Tanah Abang, Jakarta. (Xinhua/Abdul Azis Said)

Pakaian bergaya cheongsam dengan ciri khas kancing simpul dan belahan samping ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi salah satu primadona di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

 

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Azra, salah satu penjaga toko pakaian di Pasar Tanah Abang di Jakarta, menyampaikan dirinya dapat menjual ratusan pakaian Lebaran bergaya cheongsam untuk wanita dalam sepekan di tengah meningkatnya popularitas busana tradisional asal China tersebut di kalangan anak muda Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Tren ini muncul bersamaan dengan perayaan Imlek dan Lebaran tahun ini yang berlangsung berdekatan.

Berburu pakaian baru menjelang perayaan Lebaran telah lama menjadi tradisi di kalangan masyarakat Indonesia, dan model pakaian yang menjadi tren biasanya berubah setiap tahun. Tahun ini, pakaian bergaya cheongsam dengan ciri khas kancing simpul dan belahan samping ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi salah satu primadona di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Azra hanyalah satu dari sekian banyak toko di pasar grosir pakaian terbesar di Asia Tenggara tersebut yang memajang model cheongsam. Di Pasar Tanah Abang Blok B, terutama di bagian pakaian wanita dewasa, sangat mudah menemukan gerai yang memajang pakaian model cheongsam di etalase utama mereka, dengan harganya berkisar antara 300.000 rupiah hingga 450.000 rupiah untuk satu set atasan dan rok.

"Dari semua model yang kami jual, model cheongsam merupakan model yang paling banyak dicari dalam beberapa pekan terakhir. Dalam sehari, rata-rata terjual 30 pakaian dan berpotensi lebih banyak lagi, terutama pada akhir pekan," ujar Azra kepada Xinhua.

Dia mengatakan sebagian besar pembelinya berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa yang umumnya pengguna aktif media sosial. Tidak sedikit pembeli, ujar Azra, datang langsung dengan menanyakan kata kunci "baju lebaran viral cheongsam" atau menunjukkan model pakaian yang dimaksud melalui referensi foto atau video dari media sosial.

Media sosial menjadi pendorong utama popularitas busana tradisional asal China ini di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini bermula dari tren jaket cheongsam yang diperkenalkan oleh salah satu merek pakaian olahraga ternama, dan kini diadopsi untuk model pakaian Lebaran.

Di TikTok, tagar untuk ‘tunik cheongsam’ telah diunggah ratusan kali. Tunik merupakan jenis pakaian atasan longgar perempuan sepanjang paha atau lutut. Salah satu video dari akun toko pakaian @levioraofficial yang menampilkan model tunik cheongsam telah ditonton lebih dari empat juta kali dengan hampir 100.000 tanda suka.

Mis Fransiska, yang berprofesi sebagai pegawai swasta di Jakarta, menyampaikan dirinya membeli dua potong pakaian model cheongsam melalui platform perdagangan elektronik (e-commerce) untuk dikenakan saat perayaan Lebaran yang jatuh pada akhir pekan ini.

"Yang menarik dari model ini adalah kancingnya yang banyak dan unik. Yang paling penting, model kerah tegak seperti ini cocok untuk pengguna hijab seperti saya," ujarnya.

Menurutnya, beberapa model pakaian Lebaran bergaya cheongsam cukup fleksibel karena tidak hanya cocok dikenakan saat hari raya, tetapi juga sesuai digunakan sebagai outfit kerja sehari-hari. Setelah membeli pakaian cheongsam pertamanya, Mis mengaku tertarik mengoleksi lebih banyak pakaian tradisional asal China tersebut sebagai busana kerja.

Meski terinspirasi dari cheongsam China, sebagian besar model pakaian Lebaran ini telah mengalami sejumlah penyesuaian. Dari sisi warna, pakaian Lebaran tersebut didominasi oleh warna lembut polos (pastel), berbeda dengan cheongsam tradisional China yang umumnya berwarna cerah. Selain itu, jika cheongsam tradisional biasanya berupa terusan atau dress, pakaian Lebaran ini dirancang sebagai atasan seperti tunik yang dipadukan dengan rok atau celana guna menyesuaikan kebutuhan perempuan berhijab.

Namun, jauh sebelum tren cheongsam muncul pada Lebaran tahun ini, pakaian muslim pria Indonesia yang dikenal sebagai ‘baju koko’ diyakini telah lebih dahulu mendapatkan pengaruh kuat dari pakaian tradisional China, yang terlihat dari ciri khas kerah tegak dan model kancing di bagian depan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait