
Faksi-faksi Palestina sepakat bentuk badan teknokrat independen untuk kelola Jalur Gaza pascakonflik

Warga Palestina merayakan dengan mengibarkan bendera Palestina dalam sebuah pawai di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 23 September 2025. (Xinhua/Mamoun Wazwaz)
Faksi-faksi Palestina, termasuk Hamas dan Fatah, mengumumkan kesepakatan untuk membentuk sebuah badan teknokrat independen bersifat sementara yang akan mengelola Jalur Gaza pascakonflik.
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Faksi-faksi Palestina, termasuk Hamas dan Fatah, pada Jumat (24/10) mengumumkan kesepakatan untuk membentuk sebuah badan teknokrat independen bersifat sementara yang akan mengelola Jalur Gaza pascakonflik.Komite baru tersebut, yang akan terdiri dari tokoh-tokoh nonpartisan dari Gaza, diberi mandat untuk mengelola urusan sehari-hari dan menyediakan layanan esensial, papar faksi-faksi itu dalam sebuah pernyataan bersama usai menggelar pembicaraan selama dua hari yang dimediasi oleh Mesir di Kairo.Faksi-faksi tersebut menegaskan bahwa badan ini akan beroperasi dalam kerangka kerja akuntabilitas nasional, seraya menyerukan dibentuknya sebuah komite internasional khusus untuk mengawasi pendanaan dan pelaksanaan upaya rekonstruksi komprehensif di Jalur Gaza.Faksi-faksi tersebut menuntut implementasi penuh kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi sebelumnya pada bulan ini antara Hamas dan Israel; menyerukan penarikan penuh pasukan Israel; pencabutan blokade tanpa syarat; pembukaan semua perlintasan, termasuk perlintasan perbatasan Rafah yang krusial; serta penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.Kelompok-kelompok Palestina menyerukan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi untuk mengamanatkan pasukan internasional sementara yang telah diusulkan agar memantau implementasi gencatan senjata, sehingga misi tersebut memiliki kerangka hukum yang jelas.Mereka juga menekankan bahwa isu terkait warga Palestina yang ditahan di penjara Israel akan tetap menjadi prioritas hingga kebebasan mereka terjamin.Selain itu, faksi-faksi tersebut menegaskan komitmen mereka untuk melanjutkan dialog nasional yang lebih luas guna menyatukan upaya politik mereka, serta bertekad untuk bekerja mewujudkan reaktivasi Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO) agar dapat mewakili seluruh komponen rakyat Palestina.Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel, yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, Turkiye, dan Amerika Serikat, mulai berlaku pada 10 Oktober. Fase pertamanya mencakup pertukaran para sandera dan tahanan, masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, serta penarikan sebagian pasukan Israel.Meski kesepakatan telah berlaku, baik Israel maupun Hamas saling menuduh satu sama lain melakukan pelanggaran gencatan senjata.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah Saudi bagikan 11.520 payung kepada jamaah umroh
Indonesia
•
01 May 2021

20 wanita duduk di posisi kunci di kepresidenan Masjidil Haram
Indonesia
•
06 Aug 2021

Pakistan lancarkan serangan udara terhadap berbagai fasilitas Taliban di Afghanistan
Indonesia
•
01 Mar 2026

Tokoh-tokoh politik dunia mundur saat berkas-berkas Epstein terungkap
Indonesia
•
09 Feb 2026


Berita Terbaru

Iran sebut kapal perang Eropa yang lintasi Selat Hormuz dianggap sebagai sasaran yang sah
Indonesia
•
29 Jul 2026

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat, tambah permukiman ilegal Yahudi
Indonesia
•
29 Jul 2026

Ratusan ribu warga Afrika jadi korban perdagangan manusia, sindikat raup puluhan triliun rupiah per tahun
Indonesia
•
29 Jul 2026

Sedikitnya 15 anggota pasukan paramiliter Irak tewas akibat serangan AS-Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jul 2026
