
Ilmuwan China identifikasi evolusi virus flu burung H5N1

Ilustrasi. Virus H5N1 bertanggung jawab atas hilangnya lebih dari 70 juta unggas domestik di Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Utara sejak Oktober 2020. (iStock by Getty Images)
Ilustrasi. WHO menyarankan agar para pelancong yang pergi ke negara-negara dengan wabah influenza hewan yang diketahui, harus menghindari peternakan, kontak dengan hewan di pasar hewan hidup, memasuki area di mana hewan dapat disembelih, atau kontak dengan permukaan yang tampaknya terkontaminasi dengan kotoran hewan. (Artem Beliaikin on Unsplash)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti terapkan AI dalam perawatan mata
Indonesia
•
05 Sep 2025

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Studi: Sinar matahari pagi dan sore tetap bisa merusak kulit, risiko kanker mengintai
Indonesia
•
01 Jul 2026

Sistem peringatan dini cegah konflik manusia dan gajah di Provinsi Yunnan, China
Indonesia
•
15 Jun 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
