Eropa terancam tekanan energi, harga gas tembus 2 juta rupiah jelang musim dingin

Foto yang diabadikan pada 15 September 2026 ini menunjukkan harga yang ditampilkan di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Berlin, Jerman. (Xinhua/Zhang Haofu)

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Harga gas alam Eropa melonjak melampaui 100 euro atau sekitar 111,50 dolar AS per megawatt-jam pada Rabu (28/10) untuk pertama kalinya sejak Desember 2022.

*1 euro = 20.224 rupiah

**1 dolar AS = 18.183 rupiah

Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran atas gangguan pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari Timur Tengah dan menipisnya persediaan menjelang musim dingin.

Kontrak berjangka gas alam Title Transfer Facility (TTF) Belanda untuk pengiriman November, yang menjadi acuan Eropa, naik ke level tertinggi harian sebesar 100,75 euro per megawatt-jam. Harga tersebut meningkat sekitar 40 persen sejauh bulan ini.

Menurut Gas Infrastructure Europe, fasilitas-fasilitas penyimpanan gas Uni Eropa (UE) hanya terisi sekitar 74,9 persen per Senin (26/10), jauh di bawah tingkat normal untuk periode ini.

Tingkat penyimpanan di Jerman dan Belanda masing-masing berada di kisaran 61,7 persen dan 65,5 persen, yang semakin menambah tekanan pasokan seiring dimulainya musim pemakaian pemanas pada musim dingin.

Analis pasar mengaitkan lonjakan harga tersebut dengan gangguan berkelanjutan pada pengiriman LNG dari kawasan Teluk dan meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat mengalami eskalasi setelah pemilu sela AS, yang akan semakin membatasi pasokan global.

Menurut Trading Economics, perkiraan cuaca yang lebih dingin dari biasanya di sebagian wilayah Eropa dan Asia berpotensi meningkatkan permintaan pemanas serta meningkatkan persaingan untuk kargo LNG antara kedua kawasan tersebut, sehingga semakin mendorong kenaikan harga gas alam.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait