
Korsel kaitkan defisit perdagangan dengan mahalnya energi dan rendahnya permintaan cip

Foto yang diabadikan pada 5 Juli 2022 ini memperlihatkan daftar harga di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Seoul, Korea Selatan. (Xinhua/Wang Yiliang)
Ekspor cip Korea Selatan anjlok 44,5 persen dalam periode setahun menjadi 6,0 miliar dolar AS pada Januari, menyebabkan neraca perdagangan negara ini tetap berada di zona merah selama 11 bulan berturut-turut hingga Januari 2023.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua) – Menteri Perekonomian dan Keuangan Korea Selatan (Korsel) Choo Kyung-ho pada Kamis (16/2) mengatakan bahwa defisit perdagangan berkelanjutan dan kemerosotan ekspor negara itu dapat dikaitkan dengan harga energi yang tinggi dan permintaan cip yang rendah.Choo, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri untuk urusan ekonomi, mengatakan dalam sebuah rapat darurat dengan para menteri yang berkaitan dengan ekonomi bahwa permintaan untuk energi pada musim dingin tidak melemah terlepas dari kenaikan harga energi seperti minyak mentah dan gas alam.Sang menteri menyebutkan bahwa kelesuan ekspor untuk semikonduktor, yang menyumbangkan sekitar 20 persen dari total ekspor negara tersebut, semakin mendalam setelah penurunan ekonomi global.Ekspor Korsel turun 16,6 persen pada Januari dari setahun sebelumnya, mempertahankan tren penurunan selama empat bulan berturut-turut.Defisit perdagangan pada Januari mencapai rekor tertinggi bulanan sebesar 12,69 miliar dolar AS, melampaui 10 miliar dolar AS untuk kali pertama sejak data terkait mulai dihimpun pada 1956.Neraca perdagangan tetap berada di zona merah selama 11 bulan berturut-turut hingga Januari.Ekspor cip anjlok 44,5 persen dalam periode setahun menjadi 6,0 miliar dolar AS pada Januari.Impor minyak mentah merosot 10,0 persen menjadi 6,94 miliar dolar AS pada Januari karena harga minyak stabil, tetapi impor gas alam dan batu bara masing-masing naik menjadi 6,77 miliar dolar AS dan 2,08 miliar dolar AS.*1 dolar AS = 15.176 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kapasitas pembangkit listrik capai 69,1 GW pada 2019
Indonesia
•
09 Jan 2020

Media sebut tarif tinggi untuk mobil listrik buatan China rugikan konsumen AS
Indonesia
•
17 May 2024

Minyak relatif stabil setelah bergejolak, AS mungkin batasi ekspor
Indonesia
•
25 May 2022

Media sebut Pembengkakan defisit anggaran AS membuat warga AS kian miskin
Indonesia
•
29 Jun 2024


Berita Terbaru

Manfaat RCEP kian terasa, produk Indonesia makin populer di pasar China
Indonesia
•
16 Jun 2026

Mobil China kian digemari, penjualan tembus 63 ribu unit dalam lima bulan, kuasai hampir 18 persen pasar
Indonesia
•
16 Jun 2026

Feature – Perajin Indonesia perluas jangkauan di pasar China melalui pameran China-Asia Selatan
Indonesia
•
15 Jun 2026

Blueberry dan kopi perkuat kerja sama pertanian China-Indonesia
Indonesia
•
15 Jun 2026
