
Ekonomi ASEAN diproyeksi tumbuh 4,8 persen, Vietnam memimpin, Indonesia tertinggal

Orang-orang berbelanja di Pasar Senen, Jakarta, pada 23 September 2019. (Indonesia Window)
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Enam perekonomian terbesar di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, diproyeksikan tumbuh rata-rata 4,8 persen per tahun antara 2026 dan 2035, demikian menurut sebuah laporan yang dirilis pada Rabu (16/9).
Pertumbuhan tersebut akan didukung oleh investasi asing dan pembentukan modal yang berkelanjutan, industrialisasi dan pembangunan infrastruktur yang terus berlanjut, serta peningkatan produktivitas berkat adopsi teknologi, demikian menurut sebuah laporan yang disusun oleh Bain & Company, DBS Bank, dan Vriens & Partners.
Konsumsi domestik yang tangguh dan demografi yang menguntungkan di beberapa perekonomian utama juga diperkirakan akan memberikan dukungan.
Namun, jalur pertumbuhannya berbeda-beda, dengan kekuatan institusional, keamanan energi, dan kesiapan teknologi menentukan kemampuan perekonomian dalam menghadapi guncangan dan memanfaatkan peluang.
Vietnam diperkirakan akan tetap menjadi pemimpin pertumbuhan regional, sementara Thailand tertinggal dari negara-negara sejawatnya.
Indonesia, Filipina, dan Thailand menghadapi paparan risiko yang lebih besar dalam skenario penurunan, sedangkan Malaysia, Singapura, dan Vietnam memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar dalam kondisi yang lebih menguntungkan.
Investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) juga melonjak, dengan pergeseran komposisi investor yang mencerminkan penataan kembali rantai pasokan global.
Laporan itu menunjukkan bahwa Singapura tetap menjadi perekonomian paling tangguh di kawasan tersebut, didukung oleh statusnya sebagai safe haven, pasar yang dalam, penyangga fiskal, serta kredibilitasnya sebagai pusat regional yang tepercaya. Posisinya sebagai pusat modal regional juga memfasilitasi peluang investasi dan bisnis di seluruh Asia Tenggara.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ketua Kelompok Bisnis Malaysia desak ASEAN lawan kenaikan tarif AS
Indonesia
•
07 Apr 2025

Perusahaan es krim Turki catatkan perkembangan pesat di pasar China
Indonesia
•
24 Nov 2022

Rusia mulai kembali ekspor gas dari Nord Stream 1 sesuai jadwal
Indonesia
•
20 Jul 2022

Fokus Berita – Semakin banyak perusahaan China termotivasi rambah perdagangan listrik ramah lingkungan
Indonesia
•
17 Jul 2024


Berita Terbaru

Usia 16 defisit 59 juta rupiah, usia 45 surplus 25 juta rupiah: Begini siklus keuangan warga Korsel
Indonesia
•
19 Sep 2026

China geser strategi di Indonesia: Dari ekspor produk ke investasi dan manufaktur lokal
Indonesia
•
19 Sep 2026

Belajar dari China, ratusan kepala desa Indonesia dalami cara menghidupkan ekonomi pedesaan
Indonesia
•
19 Sep 2026

Feature – Industri belut China tembus 31,8 triliun rupiah, Xiantao jadi pusat produksi utama
Indonesia
•
19 Sep 2026
