Dugaan spionase guncang PBB, staf UNICEF diduga bocorkan informasi ke Israel

Seorang anak laki-laki menerbangkan layang-layang di Beirut Corniche, Lebanon, pada 4 September 2021. (Xinhua/Bilal Jawich)

PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengambil tindakan terhadap seorang staf terkait dugaan bahwa staf tersebut melakukan aksi mata-mata untuk Israel dalam pekerjaan terdahulunya di badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), demikian disampaikan seorang juru bicara (jubir) PBB pada Jumat (7/8).

Saat tindakan ini diambil, staf tersebut, yang diidentifikasi sebagai Yahav Lichner, memimpin kantor UNICEF di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Lichner dilaporkan telah ditempatkan dalam cuti administratif.

"Yang dapat saya sampaikan adalah UNICEF mengetahui adanya tuduhan serius terkait seorang pegawai dan sedang mengambil tindakan yang sesuai," kata Farhan Haq, wakil jubir sekretaris jenderal PBB.

"Jika benar terbukti, tindakan tersebut tidak sesuai dengan kewajiban staf berdasarkan Piagam PBB, peraturan kepegawaian, dan standar perilaku bagi pegawai negeri sipil internasional, yang semuanya menegaskan bahwa tanggung jawab staf bersifat internasional, bukan nasional, serta mengharuskan independensi dan imparsialitas para staf PBB," kata jubir itu.

Menurut investigasi kantor media Drop Site yang didasarkan pada sejumlah surel yang bocor yang didapatkan dari kelompok peretas Handala, Lichner diduga memberikan informasi rahasia PBB kepada pejabat Israel saat dia bertugas di Dana Kependudukan PBB (UN Population Fund/UNFPA). Surel-surel yang diretas dan dijadikan dasar investigasi Drop Site itu mencakup periode 2014 dan 2015. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait