Feature – Duet petani ayah-anak asal Karawang berikan harapan regenerasi petani Indonesia yang menua

Duet petani Haji Iyas dan Asep berbagi kisah mereka dalam perayaan 48 tahun Taiwan Technical Mission (TTM) di Indonesia, yang digelar di Jakarta, Senin (25/11/2024). (Indonesia Window)
Duet petani Haji Iyas-Asep membawa binar harapan bagi sektor pertanian Indonesia yang sangat membutuhkan regenerasi di tengah upaya pemerintah saat ini menggalakkan program-program ketahanan dan keamanan pangan.
Jakarta (Indonesia Window) – Rf. Habibi, Duta Pertanian Jawa Barat, tampak galau. Pasalnya, meskipun pertanian merupakan salah satu tiang perekonomian nasional, jumlah petani yang menua di Indonesia semakin besar sementara kaum muda masih belum banyak yang melirik sektor ini sebagai pilihan karier mereka.“Kita tidak hanya menghadapi masalah petani yang menua, di mana hampir 40 persen petani Indonesia berusia di atas 55 tahun, tapi juga berkurangnya jumlah petani karena menjadi petani masih dipandang bukan profesi yang membanggakan,” ujarnya saat menyampaikan materi bertema ‘Tantangan Dalam Regenerasi Petani dan Strategi Penguatan Pembangunan Petani Muda di Indonesia’, dalam perayaan 48 tahun Taiwan Technical Mission (TTM) di Indonesia, yang digelar di Jakarta, Senin (25/11).Syukurlah, kerisauan Habibi terobati dengan hadirnya duet petani ayah-anak asal Karawang, Jawa Barat, Haji Iyas dan putra bungsunya, Asep.Mereka, bersama puluhan petani lainnya turut hadir dalam perayaan HUT TTM tersebut, dan berkesempatan berbagi kisah dengan para undangan yang terdiri atas perwakilan pemerintah, akademisi, peneliti, serta media massa."Sudah lima tahun saya mendapatkan pembinaan dan bimbingan pertanian dari TTM. Sejak itu, hasil pertanian saya meningkat dan pendapatan juga bertambah," tutur Haji Iyas.Haji Iyas adalah satu dari puluhan petani Karawang yang mendapatkan manfaat dari kerja sama antara pemerintah kabupaten dan misi pertanian Taiwan, yang telah terjalin sejak 2018 silam."Pokoknya nurut saja sama semua yang dibilang TTM. Mulai dari menyemai bibit, menyiram, memanen. Kalau nurut, pasti berhasil," ujar Haji Iyas dengan penuh semangat.Namun demikian, Haji Iyas sudah masuk usia senja."Umur saya sudah 80 tahun. Tapi saya masih semengat menggarap lahan, dibantu anak saya ini. Makanya yang muda-muda harus lebih maju dan lebih semangat lagi," lanjutnya.Asep yang 'hanya' lulusan sekolah menengah pertama itu melanjurkan kisah ayahnya. “Sudah lima tahun saya bekerja di TTM. Selain itu saya juga membantu menggarap lahan tani ayah saya. Dan selama ini saya banyak mengambil manfaat, dan jadi paham tentang teknologi pertanian,” ujarnya.Berbekal ilmu dan praktik terbaik yang diperolehnya selama bekerja di TTM, sekaligus menjadi petani binaan misi pertanian Taiwan, kini Asep dan ayahnya dapat memanen sayur hingga mencapai 1 hingga 1,5 ton setiap musim. Sebelumnya, mereka hanya bisa memanen 200-300 kilogram sayur dari lahan pertanian milik ayahnya seluas 1.000 meter persegi.Tak hanya jumlah panen yang melimpah, Haji Iyas dan Asep juga berhasil menanam dan memanen beragam jenis sayur yang tergolong ‘tidak biasa’ bagi masyarakat Indonesia, seperti pare putih, okra merah, dan sawi pagoda.Duet petani Haji Iyas-Asep membawa binar harapan bagi sektor pertanian Indonesia yang sangat membutuhkan regenerasi di tengah upaya pemerintah saat ini menggalakkan program-program ketahanan dan keamanan pangan.
Para petani menanam padi di Desa Ciasihan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada 19 September 2024. (Xinhua/Veri Sanovri)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Muslim LifeFest 2024 kuatkan tren gaya hidup dan pertumbuhan bisnis halal di Indonesia
Indonesia
•
15 Aug 2024

Produk ubur-ubur asin hasil nelayan dipamerkan di Festival Ekonomi Syariah
Indonesia
•
04 Nov 2024

Indonesia serukan multilateralisme MIKTA untuk aksesibilitas vaksin
Indonesia
•
04 Feb 2021

Jumlah pemuda di Indonesia meliputi 1 dari 4 penduduk, punya multi peran
Indonesia
•
16 Dec 2021
Berita Terbaru

Perkuat kemitraan strategis, Indonesia-Australia tandatangani Traktat Keamanan Bersama
Indonesia
•
07 Feb 2026

Opini – Direktur UKW: Wartawan di masa Orde Baru relatif lebih gigih, ketimbang jurnalis era Gen Z
Indonesia
•
06 Feb 2026

Presiden tegaskan komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina melalui Board of Peace
Indonesia
•
05 Feb 2026

Presiden tegaskan diplomasi realistis, prinsip kehati-hatian Indonesia dalam BOP
Indonesia
•
05 Feb 2026
